Dukungan PHR dalam Pengembangan Desa Wisata Pulau Rupat Bengkalis

- Jumat, 14 Oktober 2022 | 18:21 WIB
Foto bersama peserta dalam pembukaan Diskusi Kelompok Terpumpun bertema Pengembangan Desa Wisata Dan Ekonomi Kreatif Pulau Rupat, yang berlangsung di Aula Kantor Camat Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Kamis, 13 Oktober 2022 (Eka/HRC)
Foto bersama peserta dalam pembukaan Diskusi Kelompok Terpumpun bertema Pengembangan Desa Wisata Dan Ekonomi Kreatif Pulau Rupat, yang berlangsung di Aula Kantor Camat Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Kamis, 13 Oktober 2022 (Eka/HRC)

HALUANRIAU.CO, RUPAT – Menindaklanjuti terpilihnya desa binaan Pertamina Hulu Rokan (PHR) yaitu Kampung Bandar di Pekanbaru dan Desa Tanjung Punak di Kabupaten Bengkalis sebagai 15 desa wisata terbaik di Provinsi Riau, PHR bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau dan Pemkab Bengkalis menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun. Diskusi dengan tema Pengembangan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif Pulau Rupat, itu diselenggarakan di Aula Kantor Camat Rupat Utara, Bengkalis, Kamis (13/10).

Hadir dalam diskusi tersebut antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bengkalis, Andris Wasono, Camat Rupat Utara, Agus Sofyan, Kabid Sumber Daya Pariwisata Provinsi Riau, Beni Febrianto, perwakilan PHR, Direktur Sekolah Tinggi Pariwisata (STP), Dr. Ir. Eni Sumiarsih, M.Sc, serta para penggiat wisata Rupat.

Fokus pembahasan dalam diskusi tersebut antara lain melakukan identifkasi potensi wisata Rupat, pemetaan pemangku kepentingan, hingga strategi pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi dan sumber daya lokal.

Vice President Corporate Affairs PHR WK Rokan, Sukamto, dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Senior Analyst General Relation PHR WK Rokan, Hardiyanto, menekankan dukungan PHR atas upaya pengembangan desa-desa yang berpotensi menjadi destinasi wisata di Riau. Sebagai warga korporat, PHR memiliki obligasi sosial untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di mana PHR beroperasi.

(Eka/HRC)
Sukamto menambahkan bahwa pengelolaan desa wisata yang tepat tidak saja berpotensi meningkatkan dan menggerakan perekonomian desa. Lebih dari itu, pengembangan pariwasata desa berbasis potensi dan sumber daya lokal dapat mengubah perilaku masyarakat dalam hal-hal yang fundamental dibutuhkan sebuah kawasan wisata. Misalnya kesadaran akan kebersihan, kesehatan, keramahtamahan, etos kerja, bahkan keharmonisan sosial masyarakat desa.

“Pengembangan pariwisata desa bahkan dapat mencegah migrasi masyarakat desa ke kota, karena tersedia banyak pilihan pekerjaan yang layak di desa”, tegas Sukamto.

Pulau Rupat Utara termasuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Memiliki pantai pasir putih sepanjang 17 kilometer. Di kawasan wisata bahari ini sudah tersedia sejumlah villa hingga homestay.

“Kuliner laut dengan bumbu khas warga lokal menjadi favorit santapan wisatawan yang melancong ke daerah ini, selain pantainya”, ujar Eni Sumiarsih, Direktur Sekolah Tinggi Pariwisata (STP), yang menjadi mitra PHR dalam program ini.

Fokus program Desa wisata Riau Tahun 2022 adalah Peningkatan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif, yang meliputi Kabupaten Kampar (Desa Dewi Koto Mesjid dan Dewi Pulau Belimbing), Kabupaten Bengkalis di Kecamatan Rupat Utara (Desa Dewi Tanjung Punak, Dewi Teluk Rhu dan Dewi Puteri Sembilan) dan Kota Pekanbaru (Wisata Kreatif Kampung Bandar).

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sandiaga Uno Berharap Mie Aceh Bisa Mendunia

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:14 WIB

Resmi Dibuka! Bali Siap Terima Wisatawan Mancanegara

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 13:05 WIB
X