Desa Wisata Nglanggeran, Wisata Anti-Mainstream yang Harus Kalian Kunjungi di Jogja

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:01 WIB
Desa Wisata Nglanggeran (Foto: Instagram @kemenparekraf.ri)
Desa Wisata Nglanggeran (Foto: Instagram @kemenparekraf.ri)

HALUANRIAU.CO, WISATA - Kalian para pencari destinasi liburan baru, harus tahu nih, Desa Wisata Nglanggeran.

Desa wisata ini terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (@kemenparekraf.ri)

Baca Juga: Gara-gara Player Toxic, Riot Games Matikan Fitur All Chat untuk Sementara di League of Legends

Daya tarik yang dimiliki desa wisata ini meliputi:

Wisata Alam

  1. Gunung Api Purba

    Berada di ketinggian 700 meter dari permukaan laut, kalian bisa melihat matahari terbit dari puncaknya.

  2. Air Terjun Kedung Kandang

    Air terjun bertingkat dengan pemandangan sawah ini bisa jadi spot menarik untuk menambah koleksi foto kalian.

    Tapi, berhubung ini adalah air terjun musiman, sebaiknya kalian datang saat musim hujan, agar dapat hasil yang kalian inginkan

  3. Kampung Pitu.

    Sesuai dengan namanya, kampung ini benar-benar hanya dihuni oleh tujuh kepala keluarga.

Baca Juga: Gara-gara Player Toxic, Riot Games Matikan Fitur All Chat untuk Sementara di League of Legends

Wisata Budaya

  1. Reog Mataram

    Tarian yang menceritakan tentang perjuangan Pangeran Diponegoro sebagai pahlawan nasional.

    Pangeran Diponegoro berusaha melewati hutan lebat yang saat ini bernama Gunung Kidul, untuk mendapatkan keunggulan strategis dalam melawan Belanda.

  2. Karawitan

    Alat musik jawa yang selalu mengiringi Wayang atau Reog.

    Alat musik yang digunakan terdiri dari sebagian besar alat musik pukul dan sebagian kecil alat musik petik.

    Tidak hanya menjadi penonton dan pendengar, kalian juga boleh minta diajari dan memainkan berbagai alat musik yang ada.

  3. Unggah-ungguh dan pakaian adat

    Berbagai suku di Indonesia memiliki kasta bahasa masing-masing. Umumnya terbagi menjadi tiga tingkatan:

    1) Tinggi, sangat formal, untuk berkomunikasi dengan orang penting.

    2) Sedang, cukup formal, untuk berkomunikasi dengan orang tua atau yang dituakan.

    3) Rendah, tidak formal, untuk berkomunikasi sehari-hari dengan teman.

    Sebutan Unggah-Ungguh adalah istilah dalam suku jawa pada umumnya dan penduduk lokal desa wisata ini masih menggunakannya hingga sekarang.

    Pengenalan pakaian adat mulai dari nama pakaian, atribut yang digunakan dan artinya pun turut dijelaskan. Kalian juga dapat mencoba merasakan berjalan-jalan di sekitar desa mengenakan pakaian adatnya.

Keramahan penduduk lokalnya sudah tidak diragukan lagi, karena Desa Wisata Nglanggeran mendapat gelar Desa Wisata Terbaik dengan konsep wisata berbasis komunitas tingkat ASEAN (2017) dan terpilih untuk mewakili Indonesia dalam pagelaran tingkat internasional yang diadakan oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB, UNWTO.***

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Memasak Kari Ayam dan Roti Canai

Senin, 4 Oktober 2021 | 15:31 WIB

CEO Dior Melirik Ji Soo Blackpink untuk Bergabung

Senin, 4 Oktober 2021 | 11:37 WIB

PWI Riau Kampanyekan Rupat di HPN

Rabu, 10 Februari 2021 | 11:00 WIB

Terpopuler

X