Berkat Teknologi Dehidrator Buatan Tim PKM UMRI, Poktan Beringin Makmur Diharapkan Tingkatkan Produksi

- Jumat, 31 Desember 2021 | 12:13 WIB
Tim PKM UMRI 2021 diseminasikan alat dehidrator kepada Kelompok Tani Beringin Makmur. (Akmal/HRC)
Tim PKM UMRI 2021 diseminasikan alat dehidrator kepada Kelompok Tani Beringin Makmur. (Akmal/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Kelompok Tani (Poktan) Beringin Makmur kini tak perlu khawatir memaksimalkan kinerjanya, Poktan yang berada di Sungai Sibam itu telah mendapatkan sebuah alat teknologi menunjang produktifitas.

Poktan yang mengolah ubi kayu dan pinang itu kini dibekali alat pengering ubi kayu yang diterapkan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Tahun 2021.

Ketua Tim PKM UMRI Raja Widya Novchi,S.I.Kom., M.Soc.Sc menyebut bahwa alat itu telah diseminasikan kepada Poktan Beringin Makmur beberapa waktu lalu.

Kegiatan diseminasi ini, jelas Raja, merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan UMRI
melalui Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah.

Produk teknologi dehidrator ubi kayu ini merupakan hasil observasi pada saat  Ketua Tim PKM UMRI ini menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN).

"Ini beranjak dari permasalahan yang ada di lapangan terkait dengan banyaknya bahan baku ubi kayu tapi terkendala dengan pemasaran dan pengolahan, akhirnya memunculkan sebuah ide untuk membuat sebuah teknologi yang diperuntukkan bagi petani ubi kayu," kata Raja, Jumat (31/12).

Dia berharap, apa yang telah dilakukan Tim PKM UMRI ini dapat memberikan kemudahan bagi para petani ubi kayu dalam mengeringkan hasil produk pertaniannya berupa gaplek atau pakan ternak serta membantu para petani untuk lebih kreatif lagi memasarkan produknya di era serba digital saat ini.

“Selama ini, petani ubi kayu. harus mengeringkan pinang dan ubi kayu mengandalkan terik cahaya matahari. Pengeringan melalui terik cahaya matahari membutuhkan waktu 3 hingga 7 hari, itupun jika tidak hujan. Bila hujan, maka proses pengeringannya akan semakin lama. Kondisi ini tentu akan membuat lambatnya proses kerja petani ubi kayu. Oleh karena itu, kita memberikan solusi melalui produk inovatif kepada petani,” terangnya.

Raja berharap, dengan dilakukannya diseminasi alat teknologi ini dapat mempercepat proses pengolahan produk hasil pertanian. Sehingga para petani bisa menjual produk pertaniannya dalam jangka waktu lebih cepat ke pasaran dan tentunya tidak lagi mengandalkan cahaya matahari.

Halaman:

Editor: Akmal

Terkini

Ingin Edit Ciutan di Twitter, Kamu Wajib Bayar

Minggu, 4 September 2022 | 15:50 WIB

Seri iPhone 14 Akan Dirilis Dalam Waktu Dekat

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:47 WIB

Breaking News, Twitter Resmi Diakusisi Elon Musk

Selasa, 26 April 2022 | 02:56 WIB

Kode Redeem FF 23 Februari 2022, Klaim Segera

Rabu, 23 Februari 2022 | 11:21 WIB
X