Tukul Arwan Alami Pendaraan Otak, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

- Jumat, 24 September 2021 | 14:23 WIB
Waspada pendarahan otak ( ilustrasi pixabay)
Waspada pendarahan otak ( ilustrasi pixabay)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Pendarahan otak yang dialami Tukul Arwana membuat komedian itu harus berjuang melawan maut dan dokter di Rumah Sakit Otak Nasional harus melakukan tindakan operasi guna menyelamatkan nyawa Tukul.

Dikutip dari Medical News Today , pendarahan otak adalah suatu kondisi medis yang juga dikenal sebagai pendarahan intrakranial. Kondisi ini adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera.

Darah yang bocor dari perdarahan dapat menyebabkan kompresi dan kerusakan pada jaringan otak.

Setiap orang bisa saja berbeda penyebab yang dialaminya.

Diantaraa penyebab yang dirasakan karena cedera kepala ringan (CKR), cedera kepala sedang (CKS), serta cedera kepala berat (CKB). selain cedera di kepala, tekanan darah tinggi yang tidak obati dan sudah bertahun-tahun bisa membuat dinding pembuluh darah melemah yang bisa pecah dan terdapat perdarahan pada otak.

Baca juga: https://riau.harianhaluan.com/nasional/pr-111270856/tukul-arwana-yang-alami-pendarahan-otak-dikabarkan-meninggal-cek-faktanya

Berikut ini terdapat beberapa penyebab pendarahan otak yang dialami Tukul Arwana yang dirangkum dari laman merdeka.com.

1. Trauma Kepala
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, cedera di kepala bisa membuat trauma kepala, apalagi pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.

2. Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat membuat dinding pembuluh darah melemah dan jika didiamkan bisa membuat pendarahan otak.

3. Aneurisma
Aneurisma adalah lemahnya dinding pembuluh darah yang membengkak, sehingga membuat pembuluh darah pecah dan terdapat pendarahan pada otak. Aneurisma bisa membuat seseorang terkena stroke.

4. Kelainan Pada Pembuluh Darah (Malformasi Arteriovenosa)
Kelainan pembuluh darah adalah lemahnya pembuluh darah di daerah otak. Biasanya kondisi ini dapat terjadi ketika saat lahir dan dapat didiagnosis jika gejalanya semakin berkembang.

5. Angiopathy Amyloid
Angiopathy amyloid adalah kelainan dinding pembuluh darah yang bisa terjadi seiring bertambahnya usia dan hipertensi yang diderita seseorang. Angiopathy Amyloid bisa membuat banyak pendarahan kecil yang tidak diketahui sampai pendarahan tersebut membesar dan semakin parah.

6. Gangguan Darah
Gangguan pada darah bisa menyebabkan penurunan kadar trombosit dan juga pembekuan darah. Selain itu, obat pengencer darah juga bisa membuat risiko semakin tinggi.

7. Penyakit Hati
Penyakit pada hati bisa membuat peningkatan pada darah secara umum

8. Tumor Otak.

Baca juga: https://riau.harianhaluan.com/nasional/pr-111272920/kondisi-terkini-tukul-arwana-setelah-operasi-pendarahan-otak-akp-ega-prayudi-minta-doa

Cara Mengatasi Pendarahan di Otak

Pendarahan otak menjadi salah satu penyakit yang cukup serius dan bisa menyebabkan kematian. Namun saat ini, banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan pendarahan pada otak. Berikut cara mengatasinya.

1. Melakukan Perawatan Medis
Pendarahan otak bisa diatasi dengan melakukan perawatan medis. Orang yang menderita penyakit ini biasanya akan dirawat pada unit stroke atau ICU untuk bisa mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan secara intensif.

Setelah melakukan perawatan medis, dokter biasanya juga akan memberikan obatan-obatan untuk mengurangi penggumpalan darah, mengontrol tekanan darah, memantau tekanan pada tengkorak kepala, memasang kateter, serta penanganan hyperventilation.

2. Melakukan Operasi
Menyembuhkan pendarahan otak juga bisa dilakukan dengan cara melakukan operasi. Dengan melakukan operasi, dokter akan menghilangkan penggumpalan darah yang ada di otak sebanyak mungkin dan mengurangi pendarahan. Operasi pendarahan otak bisa dilakukan dengan 2 metode yang berbeda, pertama kraniotomi dan stereotactic clot aspiration.

3. Mengkonsumsi Obatan-Obatan
Terakhir pasien pendarahan otak tentunya wajib untuk mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Obatan yang dikonsumsi bertujuan untuk mengontrol tekanan darah, mengurangi kejang, mengurangi rasa sakit, dan membantu pasien yang mengalami kesulitan saat menelan.

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Sumber: harianhaluan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perbedaan Realme GT Neo2 dan GT Neo2T

Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:03 WIB

Facebook Dikabarkan Akan Ganti Nama

Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:08 WIB

Rekomendasi Ponsel Waterproof untuk Pekerja Outdoor

Kamis, 7 Oktober 2021 | 15:54 WIB
X