Diskon PPnBM DTP Diperpanjang Hingga Akhir Tahun 2021, Berikut Besarannya

- Sabtu, 18 September 2021 | 15:29 WIB
Ilustrasi  |  (Foto: Toyota Astra Motor)
Ilustrasi | (Foto: Toyota Astra Motor)

HALUANRIAU.CO, OTOMOTIF - Setelah berakhir pada bulan Agustus lalu, Pemerintah sempat mengubah aturan PPnBm 100% menjadi 25% untuk kendaraan roda empat.

Diketahui sebelumnya aturan tersebut diberlakukan untuk menggenjot ekonomi dari sisi industri otomotif yang terkena dampak dari pandemi Covid-19.

Akibatnya, program tersebut mampu meningkatkan penjual kendaraan roda empat selama masa pandemi.

Kini, pemerintah kembali memperpanjang diskon pajak atau Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen untuk kendaraan bermotor sampai akhir 2021.

Baca Juga: Senam Riau Mengkhawatirkan, Andalan Emas Cedera, Panitia Pelatda Masih Dingin

Melalui PMK 120/PMK 010/2021, besaran insentif diskon PPnBM kendaraan bermotor yang semula diberikan dari Maret hingga Agustus 2021 diperpanjang hingga Desember 2021.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Kementerian Keuangan, Sabtu, 18 September 2021, insentif yang diperpanjang meliputi:

PPnBM DTP 100 persen untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin hingga 1.500 cc

PPnBM DTP 50 persen untuk kendaraan bermotor penumpang 4 kali 2 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc.

PPnBM DTP 25 persen untuk kendaraan bermotor penumpang 4 kali 4 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc.

Baca Juga: Dugaan Ijazah Palsu, Cakades Kemuning Tua Dipolisikan

“Perpanjangan insentif dilakukan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat kelas menengah seiring dengan perkembangan positif penanganan pandemi Covid-19, sehingga diharapkan terus dimanfaatkan” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu.

Secara kumulatif Januari – Juli 2021, penjualan mobil ritel tumbuh 38,5 persen dari periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan geliat yang sangat positif sebagai dampak kebijakan insentif diskon pajak yang telah diberikan.

Dengan peningkatan penjualan tersebut, para produsen kendaraan bermotor dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi. Produksi mobil secara kumulatif Januari – Juli 2021 mampu tumbuh 49,4 persen (yoy).

Peningkatan produksi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi ekspor kendaraan Complete Knock Down (CKD) yang tumbuh 169,7 persen pada periode yang sama.

Baca Juga: Dugaan Ijazah Palsu, Cakades Kemuning Tua Dipolisikan

Dengan performa tersebut, kinerja pertumbuhan PDB sektor industri dan perdagangan alat angkutan dapat tumbuh double digit atau masing-masing sebesar 45,7 persen dan 37,9 persen (yoy) pada Triwulan II 2021.

Meskipun industri kendaraan bermotor sudah berangsur pulih, tetapi tingkat produksi pada Q2 2021 masih belum kembali ke level pra pandemi. Oleh sebab itu, dukungan insentif diskon PPnBM diperpanjang.

Kebijakan fasilitas diskon PPnBM tidak hanya memiliki dampak yang signifikan kepada sisi permintaan, tetapi pada sisi produksi. Hal ini sangat krusial mengingat peningkatan sisi produksi memiliki dampak positif terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, prasyarat pemberian fasilitas diskon PPnBM Kendaraan Bermotor dengan tingkat kandungan produk dalam negeri yang tinggi turut memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang cukup besar kepada sektor pendukungnya seperti sektor industri barang logam, industri logam dasar, industri karet, dan jasa keuangan.

Sektor otomotif merupakan sektor strategis yang memiliki nilai tambah dan level adopsi teknologi yang relatif tinggi.***(Mutia Yuantisya/pikiran-rakyat.com)

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perbedaan Realme GT Neo2 dan GT Neo2T

Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:03 WIB

Facebook Dikabarkan Akan Ganti Nama

Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:08 WIB

Rekomendasi Ponsel Waterproof untuk Pekerja Outdoor

Kamis, 7 Oktober 2021 | 15:54 WIB
X