Diskon PPnBM DTP Diperpanjang Hingga Akhir Tahun 2021, Berikut Besarannya

- Sabtu, 18 September 2021 | 15:29 WIB
Ilustrasi  |  (Foto: Toyota Astra Motor)
Ilustrasi | (Foto: Toyota Astra Motor)

Baca Juga: Dugaan Ijazah Palsu, Cakades Kemuning Tua Dipolisikan

“Perpanjangan insentif dilakukan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat kelas menengah seiring dengan perkembangan positif penanganan pandemi Covid-19, sehingga diharapkan terus dimanfaatkan” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu.

Secara kumulatif Januari – Juli 2021, penjualan mobil ritel tumbuh 38,5 persen dari periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan geliat yang sangat positif sebagai dampak kebijakan insentif diskon pajak yang telah diberikan.

Dengan peningkatan penjualan tersebut, para produsen kendaraan bermotor dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi. Produksi mobil secara kumulatif Januari – Juli 2021 mampu tumbuh 49,4 persen (yoy).

Peningkatan produksi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi ekspor kendaraan Complete Knock Down (CKD) yang tumbuh 169,7 persen pada periode yang sama.

Baca Juga: Dugaan Ijazah Palsu, Cakades Kemuning Tua Dipolisikan

Dengan performa tersebut, kinerja pertumbuhan PDB sektor industri dan perdagangan alat angkutan dapat tumbuh double digit atau masing-masing sebesar 45,7 persen dan 37,9 persen (yoy) pada Triwulan II 2021.

Meskipun industri kendaraan bermotor sudah berangsur pulih, tetapi tingkat produksi pada Q2 2021 masih belum kembali ke level pra pandemi. Oleh sebab itu, dukungan insentif diskon PPnBM diperpanjang.

Kebijakan fasilitas diskon PPnBM tidak hanya memiliki dampak yang signifikan kepada sisi permintaan, tetapi pada sisi produksi. Hal ini sangat krusial mengingat peningkatan sisi produksi memiliki dampak positif terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, prasyarat pemberian fasilitas diskon PPnBM Kendaraan Bermotor dengan tingkat kandungan produk dalam negeri yang tinggi turut memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang cukup besar kepada sektor pendukungnya seperti sektor industri barang logam, industri logam dasar, industri karet, dan jasa keuangan.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perbedaan Realme GT Neo2 dan GT Neo2T

Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:03 WIB

Facebook Dikabarkan Akan Ganti Nama

Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:08 WIB

Rekomendasi Ponsel Waterproof untuk Pekerja Outdoor

Kamis, 7 Oktober 2021 | 15:54 WIB
X