Bingung Bedakan Debitur dan Kreditor, Ini Definisinya

- Rabu, 15 September 2021 | 22:35 WIB
Ilustrasi. (Pixabay/nattanan23)
Ilustrasi. (Pixabay/nattanan23)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Dalam istilah perekonomian, mungkin kita kerap lupa atau bingung mendefinisikan debitur dan kreditor. Istilah ini pun sering kali muncul dalam kancah perutangan, baik yang berutang dan memberi utang.

Debitur adalah orang yang mempunyai utang berdasarkan perjanjian atau undang-undang yang pelunasannya dapat ditagih di muka pengadilan.

Dalam debitur, jika utang dalam bentuk pinjaman dari lembaga keuangan, maka debitur disebut sebagai peminjam. Namun, jika utang dalam bentuk sekuritas, maka debitur disebut sebagai penerbit.

Tak sampai di situ, secara hukum pun, seseorang yang dengan sukarela menyatakan kebangkrutan juga dianggap sebagai debitur.

Sementara kreditor adalah orang yang mempunyai piutang berdasarkan perjanjian yang disepakati kedua bela pihak. Kreditor riil seperti bank atau perusahaan pembiayaan memiliki kontrak resmi dengan peminjam, terkadang memberikan hak kepada pemberi pinjaman untuk mengklaim aset riil debitur (misalnya, real estat atau mobil) jika mereka gagal membayar kembali pinjaman.

Baca Juga: Jelang Laga Liga Champions Grup D Inter Milan vs Real Madrid, Misi Balas Dendam Inter, Camavinga Debut

Sederhananya, kreditor menghasilkan uang dengan mengenakan bunga atas pinjaman yang mereka tawarkan kepada klien mereka. Untuk mengurangi risiko, sebagian besar kreditor mengindeks suku bunga atau biaya mereka terhadap kelayakan kredit peminjam dan riwayat kredit masa lalu. Jadi, menjadi peminjam yang bertanggung jawab dapat menghemat banyak uang.

Peminjam dengan nilai kredit yang bagus dianggap berisiko rendah bagi kreditor, dan akibatnya, para peminjam ini mendapatkan tingkat bunga rendah. Sebaliknya, peminjam dengan nilai kredit rendah lebih berisiko bagi kreditor, dan kreditor mengenakan suku bunga yang lebih tinggi untuk mengatasi risiko tersebut.

Jika kreditor tidak menerima pembayaran kembali, mereka memiliki beberapa opsi berbeda. Kreditor pribadi yang tidak dapat menutup hutang mungkin dapat mengklaimnya sebagai kerugian keuntungan modal jangka pendek atas pengembalian pajak pendapatan mereka, tetapi untuk melakukannya, mereka harus melakukan upaya yang signifikan untuk mendapatkan kembali hutang tersebut.

Baca Juga: Pria Ini Kejar Jackpot Judi Online di Sisi Jenazah Ayahnya

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Review dan Spesifikasi Fitur Lengkap PS4

Jumat, 17 September 2021 | 21:27 WIB

Bingung Bedakan Debitur dan Kreditor, Ini Definisinya

Rabu, 15 September 2021 | 22:35 WIB

Gunakan Kelapa Sawit, ITB Menguji Bioavtur ke CN 235

Selasa, 7 September 2021 | 18:38 WIB
X