Oknum Kepala Sekolah SMPTN 5 Dayun Diduga Lakukan Pungli ke Siswa, Kepsek: Tidak Jadi Dilakukan

- Selasa, 24 September 2019 | 14:55 WIB
IMG-20190924-WA0025
IMG-20190924-WA0025

 

SIAK (HR)-Oknum Kepala sekolah SMPN 5 Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, diduga melakukan Pungli ke siswa sekolah.

Setiap Siswa di kenakan Rp600.000 per siswa di bayar secara cicilan dengan dalih biaya untuk UNBK tahun 2020 mendatang.

Kepala Sekolah SMPN 5 Banjar Seminai Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Irmanita S.Pd saat dikonfirmasikan Wartawan via ponselnya (24/9) mengakui memang awalnya dan wacana ini pernah saya curhat kepada wali murid pak " ujarnya"

Waktu itu saya curhat ke wali murid dan ada komite juga , karena kita awalnya UNBK numpang di SMK Abdeling 4 dan memang jauh.

Jadi uang yang dipungut ke wali murid adalah kegunaan pada UNBK mendatang.

Namun pungutan itu tidak jadi dilakukan karena sekolah sudah mendapat bantuan komputer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Siak sebanyak 15 unit.

"Jadi pungutan yang dibicarakan awal tidak jadi dipungut. Nah jikapun sudah ada cicilan yang dibayar oleh orang tua wali murid sudah kami kembalikan lagi Pak " bantahnya.

Dia menceritakan, bahwa awalnya rencana dan wacana ini berawal curhat saya selaku kepala sekolah ke wali murid dan kepada komite, karena anak - anak kelas IX yang melakukan try out ke SMK tersebut sangat jauh dan melewati perkebunan sawit - sawit.

Namun Alhamdulillah pungutan sebesar Rp.600 ribu tersebut tidak jadi kita pungut ke wali murid lantaran SMPN 5 sudah mendapat Alokasi 15 unit komputer dari kabupaten Siak yang dianggarkan pada APBD - P 2019,makanya untuk UNBK nanti kita laksanakan di SMPN 5 sendiri.

Ditanya jumlah keseluruhan murid kelas IX SMPN 5 yang ikut UNBK, dikatakannya berjumlah 53 orang .

Sementara itu kepala Dinas Pendidikan H Lukman MPd (24/9) belum berhasil dikonfirmasikan oleh wartawan ,walaupun sudah dicoba berkali - kali via ponselnya belum diangkat.

Sedangkan Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Siak Mahadar saat dikonfirmasi wartawan mengaku tidak tahu dan menegaskan tidak di benarkan ada lagi pungli.

Oleh sebab itu dengan ada laporan ini, maka kita akan turun ke sekolah mengecek kebenarannya.(eka)

Editor: Eka Buana Putra

Terkini

X