Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok Binaan PHR-Unilak Raih Penghargaan Peduli Lingkungan

Bilhaqi Amjada A'araf
- Minggu, 22 Januari 2023 | 15:35 WIB
Mitra binaan PHR-Unilak, Rinwiningsih saat melakukan aktivitas pengelolaan sampah menjadi bernilai ekonomis di Bank Sampah Ibnu Mubarok, Rumbai, Pekanbaru. (Rilis/PHR)
Mitra binaan PHR-Unilak, Rinwiningsih saat melakukan aktivitas pengelolaan sampah menjadi bernilai ekonomis di Bank Sampah Ibnu Mubarok, Rumbai, Pekanbaru. (Rilis/PHR)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARUBank Sampah Agrowisata Ibnu Al-Mubarok binaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Universitas Lancang Kuning (Unilak) meraih prestasi membanggakan dalam ajang Satuan Pendidikan Peduli Lingkungan.

Sekolah berbasis pendidikan agama islam yang mengelola bank sampah tersebut mendapatkan juara 1 dari Kementerian Pendidikan Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru. MI Ibnu Mubarok ini dinilai berhasil mengatasi persoalan sampah di lingkungan masyarakat, bahkan sampah tersebut dikelola dengan baik sehingga menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Ketua Yayasan Ulil Albab Al Ja'afariyah yang menaungi MI Ibnu Mubarok, Rinwiningsih mengaku senang dan bahagia sekolahnya mendapatkan penghargaan. Menurutnya, sejak dibina PHR-Unilak 2021, banyak kemajuan yang dirasakan terutama dalam pengelolaan lingkungan yang baik.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada LPPM Unilak dan PHR yang telah membantu Bank Sampah MI Ibnu Al Mubarok, sehingga berkembang. Di sekolah ini ada program pengelolaan lingkungan dan menjaga kebersihan sekolah, namanya Jumat bersih. Dalam pengelolaan ini kami mendapatkan bantuan pembangunan bank sampah, bantuan mesin serta pelatihan manajemen. Sekolah kami memiliki program unggulan yaitu entrepreneur dan life skill," ujarnya.

Ia menjelaskan, PHR dan LPPM Unilak juga melakukan sosialisasi bank sampah kepada masyarakat sekitar pondok pesantren. Masyarakat diberi pemahaman tentang pengelolaan sampah serta menjadikan bank sampah sebagai solusi persoalan sampah di lingkungan sekitar.

"Awalnya sampah plastik dan sisa makanan menumpuk karena tidak ada upaya pengelolaan yang tepat. Di pondok pesantren ini ada santri yang mondok, ada limbah yang tidak bisa diangkut oleh pihak luar, sehingga memotivasi kami membuat program bank sampah, kemudian kami membuat program bank sampah melibatkan santri, dan saat ini terus berkembang. Sekolah ini juga menghasilkan ecobrick, peternakan, budidaya maggot yang bisa menjadi pakan ternak," tutur Rinwiningsih.

Berkat dibina PHR dan Unilak tersebut, keberadaan bank sampah di sekolah selain mampu mengatasi persoalan sampah serta menghasilkan uang, juga membuat pondok pesantren ini menjadi percontohan sekaligus pusat pelatihan pengelolaan sampah.

"Banyak yang datang ke sekolah ini untuk sharing dan belajar, mulai dari instansi pemerintah, sekolah dan masyarakat umum," katanya.

Lomba sekolah peduli lingkungan tersebut diikuti lebih dari 50 sekolah dari semua jenjang pendidikan, penyerahan piagam pemenang langsung diberikan oleh Kepala Kemenag Kota Pekanbaru, Syahrul Maulidi yang diterima oleh kepala sekolah, pada 12 Januari 2023.

VP Corporate Secretary PHR, Rudi Ariffianto bangga atas pencapaian mitra binaan PHR dalam kategori peduli lingkungan tersebut.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X