BUMD RP Teken Perjanjian PI 10 Persen dengan PHR WK Rokan

- Jumat, 2 Desember 2022 | 19:37 WIB
Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution menyaksikan penandatanganan perjanjian PI 10 persen, antara Executive Vice President Upstream Business PHR WK Rokan, Feri Sri Wibowo, dengan Dirut BUMD Riau Petrolium, Husnul Kausarian.
Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution menyaksikan penandatanganan perjanjian PI 10 persen, antara Executive Vice President Upstream Business PHR WK Rokan, Feri Sri Wibowo, dengan Dirut BUMD Riau Petrolium, Husnul Kausarian.

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau, melalui BUMD Riau, PT Riau Petroleum (RP) menandatangani perjanjian Confidentiality Agreement (CA) bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan. Kesepakatan itu merupakan bentuk keterlibatan BUMD PT Riau Petroleum Rokan dalam pengelolaan di Wilayah Kerja Rokan melalui penawaran Participating Interest (PI) 10 persen.

Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, yang menghadiri acara penandatanganan tersebut Brigjen mengatakan, proses PI 10 persen, telah diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 37 tahun 2016. Peraturan ini tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest Sepuluh Persen Pada Wilayah Kerja Minyak Dan Gas Bumi.

“Sebagai mana kita ketahui bersama, bahwa proses peralihan PI 10% telah di atur sedemikian rupa dan sangat jelas. Proses pengalihan ini membutuhkan waktu dari para pihak yang tidak sedikit. Alhamdulillah setelah menunggu dari tanggal 29 Juli tahun 2022, sejak terbitnya izin pemanfaatan data oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), tahapan itu melanjut ke tahapan proses persiapan uji viabilitas antara Pertamina Hulu Rokan dan Riau Petroleum Rokan yang sebentar lagi akan dimulai, ujar Wagubri, Jumat (2/11).

Dijelaskan Wagubri, keterlibatan daerah dalam pengelolaan wilayah kerja migas melalui PI persen, tidak hanya memberikan manfaat dalam hal menguntungkan profit bagi BUMD yang memberi pendapatan daerah. Tetapi juga memberikan pengetahuan serta memberikan data yang transparan.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Riau kami memberikan dukungan penuh, agar proses ini segera terelealisasi. Sehingga memberikan manfaat bagi pengembangan bisnis BUMD Riau, peningkatan perekonomian dengan pembukaan lapangan kerja dan memberikan suntikan tambahan pendapatan untuk daerah provinsi Riau,” jelasnya.

Setelah adanya kesepakatan ini, kata Wagubri, terhadap pihak terkait agar tetap terus berkomitmen dan bertanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Terutama bagi BUMD Riau, yang telah diberikan kepercayaan mengelolan PI 10 persen ini.

“Kami meminta kepada para pihak yang telah bersepakat khususnya Riau Petrolium Rokan bertanggungjawab penuh untuk bisa menyelesaikan proses bisnis ini dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Executive Vice President Upstream Business PHR WK Rokan, Feri Sri Wibowo, menjelaskan penandatanganan ini juga merupakan tahapan penting untuk pembukaan room wilayah kerja Rokan. Ini juga bentuk komitmen Pertamina dalam menjalankan Permen ESDM nomor 37 tahun 2016 tentang ketentuan penawaran PI 10% pada wilayah kerja migas.

“Penandatanganan CA dan pembukaan data room wilayah kerja rokan dalam rangka uji tuntas merupakan salah satu tahapan penting untuk penawaran PI. Semoga prosesnya terus berjalan lancar sesuai peraturan yang berlaku. Uji tuntas ini adalah tahap ke tujuh dari total sepuluh tahap berdasarkan permen esdm nomor 37 tahun 2016. Dalam hal ini memang sangat penting kolaborasi dan komunikasi yang intens,” kata Feri.

Untuk diketahui, BUMD Riau, Riau Petrolium, diberikan target agar memberikan deviden untuk Riau pada tahun depan senilai Rp500 miliyar.

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

X