Danrem 031/WB Bersama Istri Didaulat Jadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting di Riau

- Jumat, 30 September 2022 | 15:09 WIB
Danrem 031/WB Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung dan istri dikukuhkan menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (Dodi/HRC)
Danrem 031/WB Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung dan istri dikukuhkan menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (Dodi/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung dan Ketua Persit, Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 031 PD I/BB, Ny Mira P Hutagalung didaulat menjadi orang tua Asuh Anak Stunting. Pengukuhan itu dilakukan oleh Gubernur Riau, Syamsuar.

Dalam sambutannya, Danrem menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya serta rasa hormat kepada Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau yang telah mengukuhkan dirinya bersama istri menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan yang dilaksanakan di Balai Serindit Gubernuran, Jalan Diponegoro Nomor 20 Kecamatan Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Jumat (30/9/2022).

Dikatakan Danrem, persoalan stunting pada anak bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita. Menurut dia, anak-anak adalah generasi penerus dan merekalah masa depan kita.

"Untuk itu guna mewujudkan generasi yang sehat, salah satu upaya yang harus kita lakukan adalah menurunkan angka stunting pada anak baik di daerah maupun tingkat nasional," ujar Danrem.

Baca Juga: Balai TNTN Sosialisasikan Penggarapan Lahan TNTN Sesuai UU yang Berlaku

Dalam kapasitas sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, dirinya bersama  Danrem 031/Wira Bima beserta istri berharap Provinsi Riau bisa terus menekan angka stunting hingga mencapai zero stunting dengan menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.

"Untuk mewujudkan program ini, saya juga dibantu oleh para Dandim se-jajaran Korem 031/Wira Bima yang akan berupaya melakukan percepatan penurunan angka stunting di daerahnya masing-masing," sebut Jenderal bintang satu tersebut.

Hal itu, kata dia, didukung dengan sumber daya yang mencukupi dengan sinergitas bersama stakeholder dan pemerintah daerah setempat hingga ke tingkat keluarga yang dikategorikan rawan stunting.

"Maka kami tentu akan selalu melakukan pendampingan untuk memberikan edukasi sehingga dengan cara seperti itu diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan pertambahan jumlah anak stunting di daerah ini," kata Danrem.

Sementara itu, Gubri Syamsuar menyampaikan apresiasi kepada segenap keluarga besar BKKBN dan TNI AD serta segenap Pengelola Program Percepatan Penurunan Stunting, yang telah berkontribusi dalam memajukan pembangunan di Bumi Lancang Kuning. Dengan adanya program ini, kata Gubri, dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting Indonesia dan khususnya di provinsi Riau pada tahun 2024.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X