Berasal dari 58 Negara, UIR Terima 136 Orang Program Pertukaran Mahasiswa

- Senin, 12 September 2022 | 22:04 WIB

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi yang ikut dalam program Penerima Mahasiswa PMM (Pertukaran Mahasiswa Merdeka) di Riau, Universitas Islam Riau menerima sebanyak 136 orang mahasiswa dari 58 negara.

Kehadiran mahasiswa tersebut disambut dalam acara penyambutan mahasiswa program PMM 2 tahun 2022, langsung oleh Rektor UIR, Prof DR. Syafrinaldi MCL, Senin (12/9) di Pekanbaru.

Dikatakan Syafrinaldi, bahwa dalam program pertukaran mahasiswa tersebut nantinya para mahasiswa yang berasal dari berbagai negara tersebut akan melakukan kegiatan perkuliahan selama 4 bulan, terhiung mulai dari 8 September hingga 20 Januari 2023 mendatang.

"Selamat datang kepada para peserta PMM 2 yang telah memilih UIR menjadi PT tujuan berkuliah selama satu semester kedepan, pertemuan sungguh sangat berarti bagi kami Universitas Islam Riau, meski kita heterogen dalam budaya, ras dan agama tetapi hal tersebut justru menjadi pemersatu maka dari itu mari kita saling menjaga, menghargai, menghormati dan selalu aman dan damai selama di sini," ujarnya.

Baca Juga: Tabligh Akbar Ukui, Bupati Pelalawan Ajak Bangun Negeri Pelalawan secara Berjamaah

Adapun dari 136 mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Airlangga, STKIP Invada Cirebon, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Haluoleo Kendari, Universitas Udayana Bali, dan Universitas Yapis Papua.

Adapun tujuan dalam program tersebut yakni dalam rangka menyiapkan mahasiswa yang siap untuk menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat, kompetensi mahasiswa harus disiapkan untuk lebih siap menghadapi kebutuhan zaman. Dan diharapkan dalam program ini dapat menjadi jawaban atas tuntutan dengan adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),"ungkap Syaftinaldi.

Selain itu, para mahasiswa juga belajar kebhinekaan melalui Modul Nusantara, mata kuliah, dan aktivitas terkait sepanjang masa pertukaran di kampus.

Terkait pembagian bobot SKS, karena untuk diketahui bahwa mahasiswa yang mengikuti program PMM 2 akan melaksanakan proses belajar serta setiap mata kuliah atau SKS yang diambil tetap dikonversikan selayaknya seperti berkuliah di perguruan tinggi asal mahasiswa.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Terkini

X