Karhutla Semakin Meluas, 6 Hely Siap Beroperasi di Wilayah Riau

- Jumat, 23 Juli 2021 | 10:49 WIB
Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal
Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Tim satuan tugas (Satgas) Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terus berjibaku memadamkan api di lokasi kebakaran yang tersebut dihampir seluruh wilayah Riau. Bahkan Pemprov Riau telah meminta penambahan Hely untuk Water Bombing (WB).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Riau, M Edy Afrizal, mengatakan, saat ini Hely yang beroparasi baru dua unit Hely, dan telah diajukan 4 unit Hely yang sudah stanby ikut membantu WB diwilayah Riau, dari bantuan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB)

“Hely yang beroperasi saat ini baru dua Hely untuk WB, sudah ada tambahan lagi, dua Hely dalam proses perpanjangan dan ada satu hely dalam proses verifikasi. Mudah-mudahan hari Sabtu ini Hely yang diverifikasi bisa beroperasi dan bermain di wialayah yang terpantau Karhutla, doakan kita bisa mengatasi Karhutla di Riau,” ujar Edy, Jumat (23/7).

Dijelaskan Edy, saat ini Karhutla diwilayah Riau, masih terbanyak di Kabupaten Rokan Hulu, dengan kondisi lahan yang banyak semak dan ilalang, memudahkan api cepat menjalar dan membakar area yang dekat dengan lokasi kebakaran.

“Di Rohil itu banyak lahan yang semak, jadi mudah terbakar. Tim Satgas darat dan udara masih terus berjibaku memadamkan lahan yang terbakar. Hely WB juga berhasil mendinginkan wilayah yang terbakar, termasuk tim darat, ini saya juga di Rohil,” ungkap Edy.

Dijelaskan Edy, selain WB, tim Satgas udata juga terus membuat awan hujan dengan Tekonologi Modifikasi Cuaca (TMC). Namun tidak semua wilayah Riau ada terbentuk awan hujan. Bibit hujan ada diwilayah yang tidak banyak Karhutlanya.

“TMC masih terus dijalankan diwilayah Riau, tapi diwilayah yang banyak Karhutla belum ada awan potensialnya, TMC masih main di Pelalawan dan Inhil. Pembuatan awan hujan ini berdasarkan potensi awan hujan, kalau ada langsung di semai garamnya untuk membentuk awan hujan,” ungkap Edy.

Sementara itu, dari data satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, terpantau sebanyak 70 titik api di Riau, dan terbanyak masih di Kabupaten Rokan Hilir 43 titik, disusul Kabupaten Bengkalis 10 titik, Meranti 2 titik, Kampar 3 titik, Pelalawan 2 titik, Rokan Hulu 4 titik, Siak 1 titik, Inhu 2 titik, dan Inhil 1 titik. 

Editor: Nurmadi

Sumber: Reporter: Nurmadi

Tags

Terkini

Pulang Kampung Gubri Tambah Bonus Leani Rp1 M

Minggu, 19 September 2021 | 20:03 WIB
X