Konflik Satwa Liar Di Kuansing, Petani Karet Diserang Beruang

- Senin, 27 Juni 2022 | 17:39 WIB
Abdul Mutolib, warga yang diserang oleh beruang madu (Akmal/HRC)
Abdul Mutolib, warga yang diserang oleh beruang madu (Akmal/HRC)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih melakukan upaya mitigasi konflik satwa liar beruang madu dengan warga di Desa Teratak Baru, Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuansing Singingi (Kuansing).

Tim diturunkan setelah mendapat informasi, Jumat (24/6) bahwa ada seorang warga yang terluka akibat diterkam beruang madu saat menderes karet.

Tim didampingi Kepala Desa (Kades) Teratak Baru, Yanto Lubis dan Bhabinkamtibmas Teratak Baru menuju ke rumah korban Abdul Mutolib. Kondisi korban mengalami patah tulang dan luka lengan bagian kiri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBKSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara menjelaskan ternyata kejadian penyerangan satwa liar itu dialami korban pada Minggu (12/6) pagi.

"Saat itu beliau sedang melakukan penderesan karet di kebun miliknya. Ketika beliau ingin mengumpulkan hasil deresan karetnya tiba-tiba seekor beruang madu menyerangnya dari belakang. Terlihat oleh korban, satwa tersebut mempunyai tanda warna putih pada bagian dada dan seketika beliau tersungkur," terang Fifin, Senin (27/6).

Baca Juga: Seorang Warga Melihat Buaya di Sungai Kuranji, BKSDA Sumbar: Kemunculannya Hanya Sesaat

Masih dikatakan Fifin, beruang tersebut masih menggigit lengan kirinya dan korban berupaya melepaskan cengkraman satwa tersebut namun tidak terlepas. Setelah korban berpura pura pingsan dan tidak bergerak barulah satwa beruang melepaskan gigitan dan cakarannya.

"Setelah gigitan tersebut terlepas, korban berlari dan meminta pertolongan kepada orang orang yang berada di sekitar kebun," urainya.

Saat tim meninjau lokasi kejadian, kebun karet korban berada di areal Hutan Produksi Konversi (HPK) dan berbatasan dengan konsesi PT RAPP serta merupakan habitat satwa liar sekitar TNTN.

"Tim tidak menemukan bekas darah ataupun cakaran satwa beruang di batang pohon karet di lokasi tersebut. Namun Tim mendapat informasi dari Kepala Desa bahwa di areal tersebut masih banyak satwa beruang madu sehingga beliau meminta kepada Tim untuk mengambil upaya lebih lanjut dikarenakan sudah banyak masyarakat yang menjadi korban.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X