Berkas Perkara Tiga Tersangka Perdagangan Gading Gajah Segera Tahap I

- Selasa, 10 Mei 2022 | 16:53 WIB
Ilustrasi gading gajah (sponchia)
Ilustrasi gading gajah (sponchia)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau masih merampungkan berkas perkara dugaan perdagangan gading gajah dengan tiga orang tersangka. Dalam waktu dekat, berkas perkara ketiganya akan dilimpahkan ke Kejaksaan.

Penanganan perkara itu dilakukan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Ada tiga orang tersangka dalam perkara ini, yaitu masing-masing berinisial YO, IS, dan AC. Mereka diringkus tanpa perlawanan di Jalan Lintas Taluk Kuantan-Air Molek, Desa Lebuh Lurus, Kecamatan Inuman, Kuantan Singingi (Kuansing), Minggu (10/4) kemarin.

AKBP Dhovan Oktavianton saat dikonfirmasi menyampaikan, penyidik tengah melakukan proses pemberkasan. Pihaknya kata dia, juga telah memeriksa para saksi.

"Kami masih melengkapi berkas perkara," ungkap Kasubdit IV Tipditer Reskrimsus Polda Riau itu, Selasa (10/5).

Baca Juga: Halal Bihalal, Kajari Silpia Rosalina dan Rombongan Kunjungi Sejumlah Instansi Pemerintah di Pelalawan

Dhovan menuturkan, proses penyidikan perkara diyakini segera tuntas dan selanjutnya bisa dilimpahkan ke Kejaksaan. Ini dilakukan untuk memastikan kelengkapan syarat formil maupun materil perkara.

"Dalam minggu ini kami upayakan untuk bisa tahap I," pungkas AKBP Dhovan.

Pengungkapan perkara ini, berawal informasi adanya transaksi jual beli bagian tubuh/bagian lainnya dari satwa lindungi. Atas informasi itu, tim Subdit IV Reskrimsus bergerak melakukan proses penyelidikan dengan menuju Kabupaten Kuansing dari ke Pekanbaru.

Proses penyelidikan akhirnya membuahkan hasil. Tim mengamankan satu unit mobil yang tiga laki-laki membawa empat potong gading gajah. Adapun mereka berinisial YO, IS dan AC alias AN beserta barang bukti dibawa petugas di lapangan ke Mapolda Riau untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Para tersangka diduga melakukan  tindak pidana bidang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Yakni memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi sesuai Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kapolri Mutasi Dirreskrimum dan 6 Kapolres di Riau

Selasa, 21 Juni 2022 | 19:12 WIB

Mulai Besok JCH Asal Riau Masuk Asrama EHA 

Kamis, 16 Juni 2022 | 19:41 WIB
X