Berburu Minyak Goreng dan Telur, Emak-emak Serbu Pasar Murah Disperindag Riau

- Minggu, 3 April 2022 | 13:03 WIB
Emak-emak saat menukarkan kupon pembelian minyak goreng dan telur di pasar murah yang diadakan oleh Disperindag Riau
Emak-emak saat menukarkan kupon pembelian minyak goreng dan telur di pasar murah yang diadakan oleh Disperindag Riau

 

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Minyak Goreng kemasan dan Telur, jadi barang yang diburu oleh warga pada kegiatan pasar murah, yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan UMKM, di UPT Industri Pangan dan Olahan Kemasan, Tenayan Raya, Pekanbaru, Minggu (3/4).

Namun sayangnya, warga yang dipenuhi emak-emak ini hanya bisa membeli minyak goreng 2 liter saja, tidak boleh lebih sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh panitia pasar murah. Walaupun ada bahan pokok lainnya, seperti beras, daging dan gula pasir.

Salah seorang warga Tenayan Raya, Siti, mengatakan, ia sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan sembako yang diinginkannya yakni minyak goreng. Minyak sangat dibutuhkannya untuk memasak dirumah, apalagi pada bulan Suci Ramadhan.

“Kami mendapatkan informasi dari perangkat Pemerintah di Kecamatan ada Pasar murah disini. Tentu kami manfaatkam untuk membeli minyak goreng. Tapi kami hanya bisa beli dua liter, tak apalah yang penting ada untuk beberapa hari selama Puasa ini. Mana tau ada lagi pasar murah lagi,” kata Siti.

Siti mengatakan, selisih harga minyak goreng dan telur satu papan dibanding di warung-warung dan pasar cukup jauh. Seperti minyak goreng kemasan dijual seharga Rp19.500, di warung seharga Rp23-24 ribu seliter. Telur satu papan dijual Rp35.000, di warung dan pasar bisa mencapai Rp40-45 ribu satu papan.

“Yah lumayanlah selisih harganya dua ribu sampai empat ribu selisihnya. Macam minyak ini terkadang di warung atau Indomaret habis, harganya juga tinggi. Nah gula juga murah merek rose brand dua kilogram seharga Rp12.500 biasanya Rp14.000. Bisalah kami manfaatkan selama seminggu puasa ni,” kata warga Ramah Kasih Tenayan ini.

Warga Tenayan lainnya, Masitah, mengatakan, ia bersukur dengan adanya pasar murah ini. Apalagi di bulan Puasa untuk stok selama seminggu. Hanya saja ketika ia akan membeli daging beku, ia tidak bisa membelinya karena dari pihak Bolug menjualnya secara paket.

 

“Alhamdulillah dapat harga bahan pokok harganya dibawah pasar. Tapi tadi saya mau beli daging beku tak jadi. Karena harus beli sepaket kalau tak salah dengan beras, tak jadi saya beli karena saya sudah beli beras. Bagusnya sih dagingnya dijual terpisah, jangan sepaket. Banyak warga tak mau beli daging karena sepaket tu,” katanya.

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

Polisi Tindak Tegas Sejumlah SPBU Nakal di Riau

Senin, 15 Agustus 2022 | 13:26 WIB
X