Ribuan Barang Bukti Ops Cipkon Dimusnahkan, Kapolda Riau: Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kriminalitas

- Jumat, 1 April 2022 | 14:01 WIB
Proses pemusnahan 19.562 botol minuman keras dari hasil operasi KRYD (Dodi/HRC)
Proses pemusnahan 19.562 botol minuman keras dari hasil operasi KRYD (Dodi/HRC)


HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Barang bukti hasil Operasi Cipta Kondisi berupa Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Polda Riau dan jajaran dimusnahkan, Jumat (1/4). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal.

"Dalam rangka menciptakan dan menjamin situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya menyambut bulan suci Ramadan 1443 H, Polda Riau beserta jajaran melaksanakan KRYD dengan sasaran perjudian, premanisme, miras, handak, sajam, curas, curat dan curanmor serta yang lainnya," ujar Irjen Pol M Iqbal dalam kegiatan yang turut dihadiri Gubernur Riau Syamsuar dan segenap unsur Forkompinda lainnya.

Operasi KRYD yang dilaksanakan jajaran, kata Kapolda, sebagai bentuk preventif straight atau serangan pencegahan. Dalam kegiatan itu, pihaknya berhasil mengamankan beberapa barang bukti dari hasil operasi penyakit masyarakat tersebut.

"Dari operasi KRYD, berhasil diamankan minuman keras sebanyak 19.562 botol atau kaleng berbagai merek, arak 250 liter, arak samsu putih, 40 liter, arak Cap Cuan 10 liter, dan tuak 1.139 liter. Lalu, jenis togel 32 orang dan barang bukti uang sebanyak Rp16.918.00 diamankan," kata Kapolda.

Baca Juga: Kejari Pekanbaru Terima Pelimpahan Perkara Bea Cukai, 2 Tersangka dan 520 Slop Rokok Ilegal Disita

"Jenis Kartu QQ dengan jumlah tersangka 7 orang dan barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak Rp1.440.000, sabu sebanyak kilogram, ekstasi 899 butir, petasan 1.840 buah, 90 kotak dan 22 batang, dan sebanyak 890 kenalpot brong," sambungnya.

Tidak hanya itu saja, Polda Riau juga berhasil mengamankan tindak pidana tanpa hak membawa, menguasai, menyimpan senjata api dan amunisi (handak) di Kabupaten Bengkalis.

"Kita juga mengamankan inisial GR (39), diduga memiliki satu pucuk senjata api rakitan, beserta 2 butir diduga peluru tajam kaliber 2.2 mm, 4 butir peluru tajam kaliber 9 mm, 8 butir peluru ramset, 11 pucuk senapan angin dan 2 unit Hp milik tersangka. Dimana saat itu tim mendapat informasi bahwa adanya paket boneka diduga berisikan senjata api, selanjutnya Jatanras Ditreskrimum melakukan koordinasi dengan JNE dan berhasil mengamankan tersangka dengan barang buktinya," beber Irjen Pol M Iqbal.

Kapolda mengatakan, pihaknya dibantu TNI dan seluruh stakeholder memiliki peran strategis untuk menciptakan kamtibmas yang aman terkhusus dalam bulan Ramadan.

"Kita ingin menunjukkan tidak ada ruang untuk pada pelaku kejahatan, maka dilakukanlah KRYD. Saya tegaskan, bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kriminalitas pada waktu bulan Ramadan dan seterusnya," ujar Kapolda.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Situs DPRD Riau di Hack!

Jumat, 30 September 2022 | 16:17 WIB

Tengku Fauzan Jabat Plt Sekwan Gantikan Jhoni Irwan

Rabu, 14 September 2022 | 13:48 WIB
X