Pemerintah Belum Tetapkan HET Migor Kemasan, Sekda Akan Panggil Distributor Minta Harga Serendah Mungkin

- Jumat, 18 Maret 2022 | 19:44 WIB
Sekdaprov Riau, SF Hariyanto
Sekdaprov Riau, SF Hariyanto

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Melonjaknya harga minyak Goreng (Migor) kemasan premium yang mencapai 100 persen, membuat masyarakat mulai menjerit. Bahkan minyak goreng kemasan yang mulanya kosong tiba-tiba muncul dipasaran dan di ritel-rit modern seperti di Indomaret, Alfamaret, dan pasar buah.

Harga minyak kemasan yang semula dijual Rp14 ribu sampai 15 ribu seliter, tiba-tiba melonjak tinggi dengan harga Rp25 ribu seliter, dan Rp50 ribi perdua liter, setelah dicabutnya Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kenaikan harga minyak goreng kemasan yang mencapai Rp50 per dua liter ini, tidak ada dalam aturan HET yang dikeluarkan oleh Kementrian perdagangan. Distributor dan Ritel-ritel modern, hanya menaikkan harga sendiri tanpa persetujuan dari Pemerintah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, SF Hariyanto, mengatakan, Pemerintah sudah mencabut HET melalui Surat Edaran (SE) Kemendag. Namun belum menetapkan HET minyak goreng kemasan, untuk itulah pihaknya sebagai Satgas pangan, akan melakukan peninjauan ke Distributor, ritel dan pasar.

“Nanti kita akan lakukan setiap hari mencek melalui Satgas tim ini yang akan mencek, dipasar ini, pasar Cik Puan, Distributor dan pasar modern lainnya. Nanti akan kita laporkan ke Satgas pusat nanti. Semuanya kebijakan di pusat, tapi kita berharap sebagai di Provinsi akan mencek,” ujar Sekda SF Hariyanto, usai rapat bersama Kemendag, Jumat (18/3).

Dijelaskan Sekda, Pemerintah kembali akan membuat SE terkait dengan HET untuk minyak goreng kemasa premium. Setelah HET minyak curah sudah ditetapkan seharga Rp14.000 perkilogram. Saat ini Pemerintah belum menetapkan HET untuk minyak kemasan, yang naik saat ini merupakan harga pasaran yang dibuat pabrik, selanjutnya oleh distrobutor dan ritel serta pedagang pasaran.

 

“Untuk yang minyak kemasan premium akan diatur lagi, akan diatur lebih lanjut, artinya Satgas ini akan kita atur turun ke lapangan. Artinya kalau melihat stok nasional untuk nasional stok yang ada lebih, datanya sudah ada. Harganya itu kita harus minta serendah mungkin, tapi kenapa ini kok bisa naik pemerintah juga agak pusing. Kita akan panggil Distributor untuk membahas kenaikan harga ini,” kata Sekda.

 

Sementara itu, salah seorang warga Pekanbaru, Leni, mengatakan, ia terkejut saat membeli minyak goreng di Ritel yang tiba-tiba penuh di rak minyak goreng. Bahkan tertulis minyak goreng dijual seharga Rp24.500 perliter, dan sesuai dengan harga yant ditetapkan oleh Pemerintah.

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

X