Terjadi Protes Oleh Mantan Pengurus, Rakor Sosialisasi Musprovlub KONI Riau Tetap Berjalan

- Rabu, 2 Maret 2022 | 11:30 WIB
Ketua caretaker KONI Riau membuka rapat koordinasi sosialisasi Musprovlub KONI Riau
Ketua caretaker KONI Riau membuka rapat koordinasi sosialisasi Musprovlub KONI Riau

 

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau, bersama Ketua Caretaker KONI Riau saat ini tengah menjalani rapat koordinasi sosialisasi tata cara dan mekanisme panjaringan dan penyaringan, Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) KONI Riau, periode. 2022-2026, di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Rabu (2/3).

Rapat yang dipimpin langsung oleh ketua caretaker KONI Riau Andrie T.U Sutarno, berjalan lancar dan aman didalam ruangan rapat. Namun diluar ruang rapat, terjadi keributan oleh beberapa mantan pegawai KONI yang tidak terima, karwna tidak diperbolehkan masuk dalam rapat koordinasi tersebut.

Dari video yang beredar, aksi protes dan keributan yang dilakukan oleh mantan pengurus KONI Riau tersebut, yakni mantan biro hukum KONI Riau, Deni, ia meminta agar pada Musprov KONI Riau berpegang pada hasil keputusan TPP yang lama, agar tidak terkado konflik di cabang olahraga dan KONI Kabupaten Kota.

“Ini tidak bisa, jangan digiring cabor ini, jangan digiring KONI Kabupaten Kota, ini untuk berkonflik terus. Karena kalau saya gugat sistem ini ke PTUN, sistem keolahragaan nasional ke KASN abang kenak bang. Tiga bulan lebih Kasian cabor bang, itu sudah putusan,” teriaknya kepada salah seorang anggota caretaker, dipintu masuk ruang rapat.

Namun aksi protes yang dilakukan oleh Deni tidak digubris, pelaksanaan rapat koordinas KONI Riau masih terus berlanjut. Sampai pembacaan tata cara pendaftaran dan dukungan terhadap bakal calon ketua umum KONI Riau.

 

Sementara itu, dari aturan Musprov pemilihan calon ketua umum KONI Riau, yang dikeluarkan oleh Caretaker bersama anggota careteker, tetap mengacu pada hasul Musprov KONI tahun 2021 yang lalu. Dimana dalam aturan yang dikeluarkan bakal calon ketua Umum KONI Riau, mendapat dukungan secara tertulis minimal 15 cabor, dan 4 Kabupaten Kota.

 

Sebelumnya pada aturan yang ditetapkan oleh TPP yang dibentuk oleh pengurus KONI lama, membuat aturan dengan syarat calon ketua hanya didukung oleh 25 persen anggota tetap KONI Riau, baik KONI Kabupate Kota maupun cabang olahraga. Dan aturan tersebut tidak sesuai dengan hasil keputusan rakerprov KONI Riau di komisi B, dimana calon ketua KONI didukung oleh minimal 4 KONI Kabupaten dan 14 cabang olahraga.

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

X