Sanksi Berat Sampai Pidana Menunggu Mantan Bendahara Bapenda Penyunat Dana Zakat

- Rabu, 2 Maret 2022 | 10:52 WIB
Kepala BKD Riau Ikhwan Ridwan
Kepala BKD Riau Ikhwan Ridwan

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat terhadap mantan Bendahara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Mulyadi Saprani, yang menyunat dana Zakat umat sebesar Rp1,1 Miliar.

Kepala BKD Riau, Ikhwan Ridwan, mengatakan, setelah keluar hasil pemeriksaan dari Inspektorat barulah pihaknya mengeluarkan sangsi sesuai aturan yang berlaku, setelah mendapatkan izin dari pimpinan.

“Sekarang yang bersangkutan masih diperiksa oleh Inspektorat, apa hasilnya nanti diserahkan ke BKD dan ditelaah lagi hasilnya, baru bisa ditetapkan sangsi yang akan diberikan kepada yang bersamgkutan,” ujar Ikhwan, Rabu (2/3).

Dijelaskan Ikhwan, untuk sangsi yang akan diberikan disesuaikan dengan aturan, bahkan sampi ke hukuman berat dalam aturan kepegawaian. Sedangkan untuk sangsi pemecatan sebagai pegawai menunggu hasil pemeriksaan inspekorat.

“Hukumannya bisa penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat, atau hukuman berat. Kalau masuk keranah pengadilan dan dilaporkan masuk ranah pidana, itu menunggu hasil inspektorat,” jelasnya.

Disinggung apakah pegawai tersebut masih tetap menjalankan tugas sebagai pegawai, Ikhwan mengatakan, saat ini Mulyadi berada sebagai staf di UPT Pengelolaan Pendapatan Kubang, Bapenda Riau. Jabatannya sebagai bendahara sudah dicabut beberapa bulan lalu.

“Sekarang dia staf, kalau dia menjabat sebagai pejabat tentu sudah di cabut jabatannya. Dia awalnya pegawai dari Meranti tahun 2020 pindah ke Provinsi, masuk ke Bapenda sebagai Bendahara. Penunjukan dia sebagai bendahara itu kepala dinasnya yang nunjuk, karena itu kewenangan kepala Bapenda,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, SF Hariyanto, dengan tegas meminta kepada Inspektorat untuk mencari tau apa motif dari pegawai di Bapenda ini, yang mengambil dana Zakat yang dipotong dari gaji pegawai sebesar 2,5 persen. Sekda juga meminta mencari orang yang ikut bekerjasama dengan pihak lain. Namun sekda tetap pada azas praduga tak bersalah sampai hasil pemeriksaan dan pembuktian selesai.

 

“Kita praduga tak bersalah dulu, artinya kita sudah mendengar dari kepala dinasnya, dan sudah disampaikan juga kepada pak Gubernur. Itu pak Gubernur perintahkan inspektorat untuk memeriksa, jadi kita berfikir praduga tak bersalah dulu. Tapi selaku Sekda saya prihatin, yang begini ini sementara itukan zakat apalagi saya dengan modusnya sampai memalsukan bukti setoran itu,” kata Sekda.

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

Polisi Tindak Tegas Sejumlah SPBU Nakal di Riau

Senin, 15 Agustus 2022 | 13:26 WIB
X