Membangun Dari Desa, Ini yang Dilakukan H Syamsuar

- Senin, 21 Februari 2022 | 13:15 WIB
Gubri H Syamsuar
Gubri H Syamsuar

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Tiga tahun memimpin Riau, pasangan Syamsuar-Edy Natar Nasution, salah satu program andalan peningkatan perekonomian masyarakat yang digagas oleh Gubernur Riau, H Syamsuar adalah peningkatan perekonomian masyarakat desa. Karena itu, sejak tahun 2019, saat awal memimpin di Riau beliau mengucurkan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa. Syamsuar mangatakan, beberapa alasan yang melatar belakangi munculnya program tersebut.

 "Walaupun ada dana desa dari pusat maupun yang dialokasikan Pemkab, namun jumlahnya tidak cukup untuk membangun desa-desa, ini lah yang melatarbelakangi kami untuk lebih menggerakkan perekonomian di Desa dan menyalurkan dana BKK" ujar Syamsuar, Senin (21/2)

"Saat itu desa maju di Riau ini ada 163 dan mandiri baru 10 desa. Karena itu perlu upaya dari kita untuk mengangkat perekonomian agar desa-desa ini bisa menjadi desa mandiri," lanjut Datuk Seri Setia Amanah itu.

Dijelaskan Syamsuar, sejak tahun 2019 Pemerintah Provinsi Riau mulai mengucurkan BKK Desa sebesar Rp 200jt per desa. Kemudian di tahun 2020 dan 2021 menurun menjadi Rp 100jt karena adanya refocusing anggaran dampak pandemi covid-19.

Status perkembangan desa
Perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian di desa mulai muncul sejak tahun 2015, pasca ditetapkannya UU Desa setahun sebelumnya. Tidak terkecuali desa-desa yang ada di Riau sudah mulai mengembangkan BUMDes secara legal dan formal. Namun, di beberapa kabupaten, seperti Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Kampar, BUMDes baru bergerak pasca dikucurkannya BKK Desa tahun 2019.

Yang tak kalah menggembirakan, sejak mendapat tambahan modal dari BKK Desa Pemprov Riau ini, sektor usaha BUMDes  pun berkembang mengarah pada usaha ekonomi produktif dan tidak hanya sekedar simpan-pinjam.

"Kita ingin pemberdayaan ekonomi di desa bisa bangkit dengan peran BUMDes yang ada di sana. Kita mengharapkan desa bisa mandiri dan bisa mencari peluang-peluang usaha yang akan menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menambah pendapatan asli desanya. Alhamdulillah sejak tahun 2019, dengan adanya BKK, mampu mendorong BUMDes sehingga sudah banyak yang berkembang, bahkan maju," kata pria yang juga dikenal dekat dengan pelaku UMKM ini.

Untuk saat ini 1.591 desa di seluruh Provinsi Riau telah mempunyai BUMDes, berkembang pesat setelah dana BKK digulirkan ke desa-desa, dibanding di tahun 2018 yang masih berjumlah 1.192 BUMDes.

Sementara itu dari kategori status perkembangan desa  juga terjadi perubahan yang menggembirakan. Dari 45 desa sangat tertinggal di tahun 2019, di tahun 2021 lalu turun menjadi 28 desa. Diikuti pula dengan penurunan jumlah desa tertinggal dari 442 di tahun 2019 menjadi 187 desa di tahun 2021.

 

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

Polisi Tindak Tegas Sejumlah SPBU Nakal di Riau

Senin, 15 Agustus 2022 | 13:26 WIB
X