HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan
bahwa 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Barat
dialokasikan bagi perkembangan pertanian dan peternakan di Sumatera Barat.
"Artinya kita sangat serius dan bersungguh-sungguh dalam rangka untuk meningkatkan produksi
kita dan juga meningkatkan pendapatan petani kita dimasa masa mendatang, ungkap Mahyeldi.
Hal tersebut diungkapkan Mahyeldi saat berkunjung ke Haluan Riau, Sabtu (21/01/2022).
"InsyaAllah permasalahan-permasalahan pertanian secara bertahap bisa kita minimalisir sehingga
produknya bisa lebih baik, kemudian cost produksinya bisa kita tekan sehingga pendapatan untuk
petani bisa lebih baik lagi, ucapnya.
Baca Juga: Terima Amplop Nikah Lebih dari Rp 1 Juta, PNS Wajib Lapor!
Dikatakannya, Sumatera Barat terus berupaya untuk memaksimalkan agrobisnis yang memang
menjadi andalan utama bagi Negeri Minang tersebut.
Pihak Pemprov Sumatera Barat juga sudah membuat aturan aturan guna mencegah alih fungsi lahan oleh para petani dan juga sedang membahas terkait tata ruang untuk menentukan wilayah wilayah pengembangan pertanian.
Baca Juga: Walhi Minta Proyek Reklamasi Danau Singkarak Diduga Ilegal Diusut, KPK: Kita Akan Tindak Tegas
"Sekarang kita di Provinsi (Sumater Barat) sedang menyelesaikan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), termasuk alih fungsi lahan yang harus memang dibatasi, pada masa tertentu.
"Alhamdulillah sekarang ini kita punya peluang tambahan lahan pertanian dengan lahan perhutanan sosial seluas 500 ribu hektare yang kita usulkan dan sudah disetujui lebih kurang 200 ribu hektare.
"Mudah mudahan ini akan bertambah lagi. artinya kita memiliki cadangan lahan yang bisa kita
optimalisasikan untuk usaha pertanian, peternakan dan lain lainnya, ucap Mahyeldi.

Disebutkannya, Sumatera Barat termasuk daerah yang tinggi ekspor dari pertanian dan sangat tinggi juga peningkatannya.
Baca Juga: Bayu Masih DPO, Reno Diciduk Usai Aksi Curi Pagar Terekam CCTV
"Nilai yang kita ekspor tahun 2021 kemarin tidak kurang dari Rp 7.4 Triliun, nilai itu
naik 40% dibandingakan tahun 2020.
Selama pandemi, menurut Mahyeldi bisnis yang tidak mati yakni pertanian.
Artikel Terkait
Syamsuar Katakan Maraknya Positif Covid-19 Dibawa dari Sumbar, Mahyeldi: Penyebarannya Itu Saling Bertukar
Penghentian Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru, Mahyeldi: Ada Masalah Anggaran di Pusat
Gubernur Sumatera Barat Minta Maaf Sudah Buat Resah Masyarakat
Renovasi Rumas Dinas Ketua DPRD Provinsi, Sumatera Barat Kembali Menjadi Sorotan
Mahyeldi - Audy Pimpin Sementara Pilkada Sumbar
Terancam Lenyap, Badan Pengembang dan Pembinaan Bahasa Dokumentasikan Bahasa Daerah Sumatera Barat
Kunjungi Haluan Riau, Gubernur Sumatera Barat Bicarakan Masalah Ketersediaan Pangan Untuk Riau