Senin Gubri Serahkan Bonus Atlet dan Pelatih PON, Kadispora: Sesuai Usulan KONI dan Kesepakatan Bersama

- Jumat, 26 November 2021 | 09:42 WIB
Kadispora Riau, Boby Rahmat, saat menyerahkan medai emas bagi atlet Riau, pada PON Papua XX lalu
Kadispora Riau, Boby Rahmat, saat menyerahkan medai emas bagi atlet Riau, pada PON Papua XX lalu

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, telah menyiapkan anggaran untuk uang pembinaan atau bonus, bagi atlet dan pelatih yang telah sukses membawa nama harum Riau di kancah olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, termasuk bagi atlet NPC Riau.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Boby Rahmat, mengatakan, penyerahan bonus akan diserahkan langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar, tanggal 29 November 2021. Jumlah penerima bonus disesuaikan dengan atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu pada PON Papua dan Peparnas Papua.

“Insya Allah penyerahaan bonus akan diserahkan langsung oleh pak Gubernur. Bonus ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas prestasi yang diperembahkan atlet-atlet Riau dan pelatih yang telah berjuang membawa nama harum Riau, baik di PON maupun Peparnas,” ujar Boby, Jumat (26/11).

Dijelaskan Boby, besaran anggaran yang diterima oleh atlet dan pelatih, berdasarkan pengajuan dan persetujuan dari KONI Riau, sebagai induk olahraga Provinsi Riau. Ia berharap seluruh atlet dan pelatih menerima apa yang telah diberikan oleh Pemprov Riau, melalui pengajuan dari KONI Riau.

“Usulan penerima bonus atlet dan pelatih itu dari KONI dan NPC. Kita membahasnya bersama dan pada saat penetapa persetujuan penyerahan bonus disetujui oleh KONI. Karena anggarannya ada di Dispora, kita hanya menyiapkan dan memberikan sesuai kesepakatan dengan KONI Riau,” jelas Boby Rahmat.

Disinggung mengenai adanya protes dari pelatih yang menerima bonus sebesar Rp60 juta peraih medali emas, tidak sesuai dengan harapan, dan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana pelatih menerima 50 persen dari bonus atlet, Boby menjelaskan sudah disepakati oleh KONI Riau. Selain itu juga adanya pengurangan anggara atau revocusing, akibat dari pandemi Covid-19.

“Usulan dibahas bersana Disporan dan KONI, dibahas bukan keputusan sendiri. Usulan disampaikan pada saat itu kita masih dalam APBD murni, dan terjadi revocusing, TAPD berharap di rasionalisasikan dan disesuaikan,” jelasnya.

“Kita panggil lagi KONI bagaimana kebijakan TAPD dan didiskusikan dan didudukkan bersama kesepakatan angkanya, artinya tidak membuat keputusan sendiri. Usulan itu disampaikan sebelum APBD ketok palu, dan usulan KONI dan MPC target medali maksimal. Kita sudah sosialisasikan bonus atlet kepada KONI dan NPC, tugas mereka menyampaikan ke anggota,” jelasnya lagi.

Dari hasil torehan medali PON XX di Papua, Riau sukses berada di 8 besar, namun untuk torehan medai emas tidak sesuai dengan targer maksimum yang ditargerkan oleh KONI Riau. Sehingga anggaran yang disiapkan di APBD untuk peraih medai emas berlebih. Dan anggaran tersebut tidak bisa digunakan untuk menambah bonus atlet maupun pelatih.

“Ada sisa anggaran dari bonus atlet tersedia, sekitar Rp13 miliar. Karena capaian target maksimal medali yang ditargetkan tidak sampai. Targetnya 30 medai emas, tapi yang dapat 21 medali, begitu juga dengan medali perak. Kalau perunggu memang ada peningkatan, tapi masih mencukupi. Jadi sisa anggaran yang ada itu kita kembalikan ke kas daerah, tidak bisa digunakan karena tidak sesuai peruntukannya,” tegas Boby.

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

Harga TBS Sawit di Riau Pekan Ini Alami Penurunan

Selasa, 30 November 2021 | 11:48 WIB

Kemendag: Cangkang Sawit Riau Diekspor ke Jepang

Senin, 29 November 2021 | 19:47 WIB
X