Selamatkan Lahan Gambut, DLHK Sinergi dengan Instansi, Masyarakat dan NGO

- Kamis, 25 November 2021 | 15:19 WIB
Kadis LHK Riau, Mamun Murod, saat mengadakan pertemuan dengan NGO, membahas penyelamatan lahan gambut di Riau
Kadis LHK Riau, Mamun Murod, saat mengadakan pertemuan dengan NGO, membahas penyelamatan lahan gambut di Riau

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau mendukung upaya tata kelola daerah Semenanjung Kampar, yang memiliki lahan gambut yang dalam. Untuk menjaga lahan gambut tersebut Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, berkolaborasi dengan instansi pemerintah terkait, dunia usaha dan masyarakat, serta LSM pecinta lingkungan Non govermental organitatio (NGO).

"Perlu upaya-upaya yang sinergi antara berbagai pihak untuk menjaga keselamatan gambut. Sehingga tidak menimbulkan kehancuran atau keliru dalam menata kelolanya. Tidak juga hanya dilakukan oleh NGO saja, tetapi semua instansi yang terlibat. Baik dari pusat, daerah dan media yang perlu sekali dilibatkan,” ujar Kepala DLHK Riau Maamun Murod, Kamis (25/11), usai pertemuan dengan NGO.

Dijelaskan Murod, tujuan tata pengelolaan di Semenanjung Kampar yang terletak di Kabupaten Siak dan Pelalawan ini, dalam rangka menciptakan hutan lestari dan masyarakat sejahtera. Tentunya melalui mekanisme Perhutanan Sosial (PS) di dua Desa yakni, Desa Dayun dan Desa Dosal.

"Ini akan mendorong masyarakat di dua desa itu, menjadi sejahtera. Yang pada akhirnya, masyarakat tidak akan masuk lagi ke hutan, yang seyogianya memang harus dijaga dan dipertahankan dengan baik," jelasnya.

Salah satu NGO yang berkenan ikut menata Semenanjung Kampar kata Murod, yakni Yayasan Elang, dimana yayasan ini telah menyampaikannya langsung ke DLHK Riau. Bahkan Yayasan Elang yang sumber dananya dari luar negeri ini telah memaparkan rencana strategis dalam pengelolaan Semenanjung Kampar.

 

"Karena bagaimanapun juga kita memerlukan dukungan dari NGO. Tidak bisa kita bekerja sendiri, karena persoalan hutan ini sangat kompleks. Kita telah menyusun skenario dalam penyelamatan Semenanjung Kampar ini. Sehingga upaya pelestarian alam, dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya dapat terwujud,” ungkapnya.

 

Sementara itu, ketua Yayasan Elang, Janes, berharap dengan adanya kolaborasi dengan seluruh pihak dalam menyelamatkan gambut ini, dapat menudukung program “Riau Hijau”Pemerintah Riau, dan pembangunan rendah karbon untuk pembangunan berkelanjutan.

 

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

Kemendag: Cangkang Sawit Riau Diekspor ke Jepang

Senin, 29 November 2021 | 19:47 WIB
X