LBH: Korban Pelecehan Seksual di UNRI Masih Trauma dan Ketakutan

- Sabtu, 6 November 2021 | 14:48 WIB
Sejumlah mahasiswa UNRI menggelar demo menuntut keadilan atas kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan Dekan Fisipol, Jumat (5/11)
Sejumlah mahasiswa UNRI menggelar demo menuntut keadilan atas kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan Dekan Fisipol, Jumat (5/11)

HALUANRIAU.CO, RIAU - Salah satu pihak pendamping korban pelecehan seksual di UNRI dari LBH Pekanbaru, Noval Setiawan mengungkapkan kondisi terkini korban, Sabtu (6/11/2021).

Noval mengatakan korban masih trauma dan ketakutan. Kini ia tengah mendapat penanganan profesional, yakni dari psikolog UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Pekanbaru.

"Saat ini fokus pada pemulihan korban," ujar Noval saat dihubungi.

Terkait upaya melaporkan kasus pelecehan yang diduga dilakukan dosen sekaligus Dekan Fisipol UNRI, Syafri Harto ini ke Polresta Pekanbaru, Noval menjelaskan bahwa pelapor telah diperiksa dan polisi bakal segera memanggil saksi-saksi yang berkaitan dengan kasus ini.

"Kita akan mengawal kasus ini sampai tuntas," ucapnya.

Baca Juga: Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dekan FISIP UNRI, Sudah Berkasus Sejak 2017

Diketahui, kemarin Jumat (5/11) demonstran yang menuntut keadilan terkait kasus pelecehan seksual oleh oknum dosen yang merupakan dekan sekaligus calon rektor di UNRI itu mengakui kejadian seperti ini sering terjadi. Namun, tak pernah diselesaikan dengan tuntas.

"Di kampus kita terlalu lama kasus pelecehan seksual dibiarkan. Kita minta tuntaskan, kita minta tuntutan kita harus sampai. Kita minta pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku," ujar Kadisospol BEM UNRI, Galang.

Korlap aksi, Mayor Komahi Kelvin Hardiansyah juga menyampaikan hal serupa. Ia meminta 5 tuntutan yang disampaikan segera dieksekusi.

Baca Juga: Rektor UNRI Janji Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Secara Independen

Halaman:

Editor: Eka Buana Putra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Tindak Tegas Sejumlah SPBU Nakal di Riau

Senin, 15 Agustus 2022 | 13:26 WIB
X