Terbaik Penilaian Kinerja, Pemprov Riau Raih BKN Award 2021

- Selasa, 2 November 2021 | 20:30 WIB
Gubernur Riau, Syamsuar, menerima penghargaan dari kepala BKN Bima Haria Wibisana, di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (2/11). Sebagai Provinsi terbaik tipe A kategori penilaian kinerja.
Gubernur Riau, Syamsuar, menerima penghargaan dari kepala BKN Bima Haria Wibisana, di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (2/11). Sebagai Provinsi terbaik tipe A kategori penilaian kinerja.

 

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau, kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), yang memberikan award kepada Gubernur Riau, Syamsuar, sebagai Provinsi terbaik tipe A kategori penilaian kinerja, yang diserahkan langsung oleh kepala BKN, Bima Haria Wibisana, di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (2/11).

 

Selain Pemprov Riau, Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pelalawan juga mendapatkan penghargaan. Untuk Kota Pekanbaru meraih peringkat dua untuk tingkat kota Tipe A kategori implementasi SAPK dan pemanfaatan Computer Asist Test (CAT). Sedangkan Kabupaten Pelalawan meraih peringkat pertama tingkat kabupaten Tipe B kategori implementasi penilaian kinerja. 

 

“Ini menunjukkan adanya satu komitmen dan upaya sungguh-sungguh untuk memperbaiki birokrasi, meningkat kompetensi dan pelayanan publik. Dari sisi itu saja, saya sangat bahagia ternyata hampir semua pemerintah daerah berlomba-lonba untuk meningkatkan pelayanan publik ini,” ujar kepala BKN Bima Haria Wibisana, saat memberikan arahan.

 

Dijelaskan Bima, pihaknya akan terus mendorong Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota, untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Dan BKN akan menyiapkan instrumen bagaimana pemerintah dan perangkatnya, bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), bekerja sesuai dengan prosedur dan mempercepat pelayanan masyarakat.

 

“Peluang untuk meningkatkan pelayanan publik masih sangat tinggi dan kami juag sudah menyiapkan beberapa instrumen untuk membantu daerah lebih meningkatkan pelayanan publik. Dengan sistem maried kan perlu masing-masing PNS dan kami sudah membangun dalam bentuk instrumen, yang bisa digunakan secara elektronik. Kalau secara manual itu mungkin hanya 20 orang, ini sehari bisa ribuan orang. Itu kalau dijalankan akan meningkatkan sistem maried,” kata Bima.

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

X