Persentase Vaksinasi di Riau Masih Rendah, Wamen Desa Minta Tambahan Vaksin Untuk Dipercepat dan Diperluas

- Senin, 25 Oktober 2021 | 19:16 WIB
Wakil Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Budi Arie Setiadi, bersama Gubernur Riau, Syamsuar, menyaksikan pelaksanana vaksin di SMA 1 Tualang, Siak.
Wakil Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Budi Arie Setiadi, bersama Gubernur Riau, Syamsuar, menyaksikan pelaksanana vaksin di SMA 1 Tualang, Siak.

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Wakil Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Budi Arie Setiadi,  meminta agar Pemerintah Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Riau, untuk mengesa pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat di daerah. Mengingat persentase vaksinasi di Kabupaten yang ada di Riau rata-rata dibawah 40 persen.

 

Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja ke Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak, Senin (25/10). Didampingi Gubernur Riau, Syamsuar dan Bupati Siak Alfredi, Wamen Desa ini, langsung meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi siswa di SMA Negri 1 Tualang, Kabupaten Siak. Pada kesempatan tersebut, Wamen menyampaikan akan meminta kepada Mentri Kesehatan untuk menambah dosis vaksin bagi Riau.

 

“Tambahan vaksin nanti kita minta target nasionalkan 70 persen sampai akhir tahun ini, beberapa Kabupaten masih sangat rendah. Tadi saya ke Bengkalis masih 27 persen, ini Siak masih 29 persen. Kita akan bicarakan dengan Kementrian Kesehatan segera mendistribusikan vaksin agar seluruh masyarakat dan warga Indonesia dan Riau ini bisa mendapatkan vaksin, sebelum akhir tahun ini mencapai 70 persen,” ujar Wamen Budi Ari.

 

Dijelaskan Budi, seluruh wilayah tanah air menggesa pelaksanaan vaksinasi, dan vaksin masih mencukupi bagi masyarakat Indonesia. Vaksin yang tersedia sudah didistribusikan ke seluruh daerah, bahkan masih ada stok jika ada kekurangan vaksin di daerah. Jika Riau kekurangan vaksin maka ia akan memintan Menkes untuk menambah dosis vaksin ke Riau.

 

“Vaksinnya ada bukan tidak ada, dari vaksin yang didistribusikan ke daerah 68 juta, tapi yang terpakai baru 44 juta, masih ada 24 juta itu stok. Jadi beda antara tidak ada dan di stok, karena itu saya sampaikan ke pak Menkes agar segera didistribusikan vaksin ke daerah-daerah yang masih kurang, termasuk ke Siak,” tegas Wamen Desa ini.

 

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

Harga TBS Sawit di Riau Pekan Ini Alami Penurunan

Selasa, 30 November 2021 | 11:48 WIB

Kemendag: Cangkang Sawit Riau Diekspor ke Jepang

Senin, 29 November 2021 | 19:47 WIB
X