Capai Angka 11 Triliun, Kenaikan Sawit jadi Momentum Bagi DJP Riau

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:03 WIB
Kepala Kanwil DJP Riau Farid Bachtiar dalam media meeting triwulan III (Foto: Istimewa/CC Haslinda)
Kepala Kanwil DJP Riau Farid Bachtiar dalam media meeting triwulan III (Foto: Istimewa/CC Haslinda)

HALUANRIAU.CO, RIAU - Memasuki triwulan IV Tahun 2021, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderai Pajak (DJP) Riau telah berhasil menghimpun penerimaan negara sebesar Rp 11,7 triliun atau sebesar 71.05% dari target Rp16.468 triliun.

Kepala Kanwil DJP Riau Farid Bachtiar dalam media meeting triwulan III mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun 2020, penerimaan yang dikumpulkan oleh Kanwil DJP Riau sampai triwulan III tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 17,78%.

"Sejalan dengan pemulihan ekonomi Riau sampai dengan semester I Tahun 2021 yang tumbuh 5.3%, kinerja penerimaan pajak terus meningkat hingga mencapai 17,78 % pada akhir September 2021 dengan didukung oleh Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sudah mencapai target," ujarnya, Senin (18/10/2021).

Farid menjelaskan kenaikan harga sawit yang tinggi dalam 5 tahun terakhir di Wilayah Provinsi Riau juga menjadi momentum bagi Kanwil DJP Riau untuk mengejar target penerimaan yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Bareskrim Polri Ungkap Gaji Karyawan Pinjol: Bisa Sampai 20 Juta per Bulan

Selanjutnya, melalui kegiatan pemeriksaan dan penagihan, sampai dengan triwulan III Tahun 2021, Kantor Wilayah DJP Riau telah mengumpulkan Rp 601 M atau sebesar 77,21% dari target Rp 779 M.

"Dari segi Pengawasan Kepatuhan Material (PKM), Kanwil DJP Riau telah menetapkan beberapa strategi. Diantaranya yaitu penetapan Audit Coverage Ratio (ACR) sebesar 2% dari jumlah Wajib Pajak (WP) terdaftar dan  pengawasan terhadap WP yang melakukan transaksi afiliasi (Transfer Pricing)," tuturnya.

Lanjut Farid, disusul dengan strategi penetapan prioritas pemeriksaan seperti Wajib Pajak/sektor usaha yang tidak terdampak pandemi Covid-19, WP/sektor usaha yang kondisi riil kemampuan ekonominya masih baik dan WP Grup, Transfer Pricing, dan WP yang menerima pengembalian pendahuluan.

"Yang ke empat, pembentukan tim Transfer Pricing Knowledge Center (TPKC) pun masuk dalam strategi yang mereka tetapkan. Terakhir,  dengan peningkatan sinergi antara Account Representative (AR) - Fungsional Pemeriksa -Fungsional Penilai," tutupnya. 

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X