Gubri Andalkan Kampung Patin Atasi Permintaan Ekspor 30 Ton Ikan Per Hari

- Senin, 13 September 2021 | 07:26 WIB
Ilustrasi  |  Sumber: Milo Weiler on Unsplash
Ilustrasi | Sumber: Milo Weiler on Unsplash

HALUANRIAU.CO, RIAU - Permintaan ekspor 30 ton ikan ke luar negeri tertunda dikarenakan pandemi Covid-19 di Riau.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Riau, Syamsuar saat kunjungan Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandi Salahuddin Uno saat kunjungan ke Kampar, Minggu (12/9).

Untuk mewujudkan kerja sama itu, Syamsuar mengandalkan Desa Wisata Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Riau.

Desa ini lebih dikenal dengan sebutan Kampung Patin. Sebab, kampung itu memiliki budidaya ikan patin yang sudah dikenal.

Baca Juga: Cuaca Pekanbaru Senin 13 September 2021 Hujan Intensitas Ringan, Simak Wilayah Lainnya di Riau

Dengan moto ‘tiada rumah tanpa kolam', hampir setiap rumah yang ada di Kampung Patin memiliki paling tidak satu kolam patin.

Dalam sebulan masyarakat setempat dapat memanen 390 hingga 400 ton ikan patin.

"Di Desa Koto Masjid ini, sebelum pandemi ada permintaan 30 ton/hari. Kita siap, investor saat itu serius, tapi kita masih menunggu pandemi," ujar Syamsuar di depan Menteri Sandi Salahuddin Uno, Minggu (12/9).

Syamsuar menyebutkan, di Kampar ini banyak wisata alamnya, ada sungai Sebayang. Daerah itu dinilai sangat luar biasa, termasuk daerah-daerah lain di Riau.

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Media Center Riau

Artikel Terkait

Terkini

Harga Sawit Riau Capai Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Selasa, 14 September 2021 | 12:18 WIB
X