Cegah Abrasi, Gubri Bersama LHK Tanam 80 Ribu Mangrove di Desa Mentayan Bengkalis

- Selasa, 7 September 2021 | 07:24 WIB
Gubernur Riau, Syamsuar,  Bupati Bengkalis, Danlanal, Riau,  Kadis LHK Riau, secara bersama menanam Mangrover, di Desa Mentayan, Bengkalis.
Gubernur Riau, Syamsuar, Bupati Bengkalis, Danlanal, Riau, Kadis LHK Riau, secara bersama menanam Mangrover, di Desa Mentayan, Bengkalis.

HALUANRIAU.CO, BENGKALIS - Untuk mencegah terjadinya abrasi di bibir pantai yang ada di Riau, Pemerintah Provinsi Riau, bersama Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir, mananam 80 ribu mangrove di sepanjang bibir pantai Bengkalis, tepatnya di Desa Mentayan Kecamatan Bantan, seluas 20 Haktar lahan.

Gubernur Syamsuar, yang langsung ikut menanam mangrove, mengatakan, program ini merupakan salah satu program pemulihan ekonomi nasional, dengan pola padat karya percepatan rehabilitasi mangrove, dengan dukungan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan.

"Program ini merupakan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui padat karya percepatan rehabilitasi mangrove atas dukungan BRGM dan BPDAS. Harapan saya penanaman bibit mangrove yang saat ini kita lakukan, bukan hanya sekedar kegiatan menanam saja akan tetapi juga kita rawat, kita jaga sehingga bisa tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan hidup,” ujar Gubri, Syamsuar, Senin (6/9).

Baca Juga: Sering Mengeluh Sakit Dada, Pria Paruh Baya di Inhil Ditemukan Gantung Diri

Dijelaskan Gubri, saat ini masyarakat pesisir di Provinsi Riau terutama yang berhadapan Selat Malaka, menghadapi ancamanan abrasi. Setiap tahun, lahan perkebunan dan tempat terus berkurang, tergerus oleh hantaman gelombang air laut. Dampak abrasi ini sangat merugikan masyarakat, baik dari aspek ekonomi, sosial kemasyarakatan bahkan menyangkut kedaulatan negara.

“Kegiatan ini sebagai upaya menanggulangi dan mencegah abrasi untuk menyelamatkan bibir pantai di Pulau Bengkalis, khususnya di Kecamatan Bantan. Pemerintah Provinsi Riau mendukung dan memberikan apresiasi atas kerja keras masyarakat yang terus menjaga pantai agar tidak terjadi abrasi yang lebih parah lagi," ungkap Syamsuar.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Riau, Mamun Murod, menjelaskan, pelaksanaan rehabilitasi mangrove di Bengkalis juga dilaksanakan pihaknya di sejumlah desa. Diantaranya, di Desa Kembung Luar, Desa Teluk Lancar, Desa Teluk Pambang dengan luasan mencapai sekitar 40 hektar, dengan total bibit yang akan di tanam sekitar 160.000 bibit mangrove.

Baca Juga: Informasi Cuaca Kota Pekanbaru Hari Ini Cerah, Perhatikan Peringatan Dini BMKG Kepada Dua Kabupaten Berikut

“Lokasi ini nantinya akan dikembangkan sebagai salah satu spot wisata mangrove Desa Mentayan. Selain wisata mangrove pada destinasi wisata ini juga telah terdapat saung-saung, area hamparan padi, dan destinasi dan spot photo yang kekinian dan menarik untuk dikunjungi,” kata Murad.

Turut hadir pada kegiatan penanaman Mangrove, Bupati Bengkalis Kasmarni, Wakil Bagus Santoso. Kemudian, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Kota Dumai, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Riau, dan Ketua Tim Penggerak PKK provinsi Riau, Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zul Fadli, dan kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir. nur

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X