5 Kabupaten Kota Tidak Tuntas Distribusi Bansos, Mensos: Percuma Saja Kita Anggarkan Tidak Disalurkan

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 20:02 WIB
Mentri Sosial RI, Tri Rismaharini, saat memberikan penjelasan terkait pendistribusian Bansos yang masih banyak belum tersalurkan ke masyarakat,  kepada pemerintah Kabupaten Kota dan Bank Himbara, Selasa (31/8) di Hotel Aryaduta, Pekanbaru.
Mentri Sosial RI, Tri Rismaharini, saat memberikan penjelasan terkait pendistribusian Bansos yang masih banyak belum tersalurkan ke masyarakat, kepada pemerintah Kabupaten Kota dan Bank Himbara, Selasa (31/8) di Hotel Aryaduta, Pekanbaru.

 


HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, merespon serius kondisi masyarakat di wilayah terluar, terpencil dan tertinggal (3T) di Provinsi Riau, yang tidak mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dimasa pandemi Covid-19, karena tidak adanya Bank yang tergabung dalam himpunan Bank Negara (Himbara) diantaranya Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI dan Bank BTN, sebagai tempat penyaluran Bansos.

 

Hal tersebut disampaikan Mensos Risma biasa ia disapa, saat kujungan kerja pertama kalinya ke Riau, Selasa (31/8), dan mengadakan pertemuan dengan pemerintah daerah, bank Himbara, pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Riau, dan Mensos mendapat gambaran tentang bagaimana sulitnya medan yang harus ditempuh.

 

Untuk merespon keluhan masyarakat, Mensos menyatakan kesiapannya menandatangani peraturan untuk mempermudah mereka mendapatkan hak-hak masyarakat penerima Bansos, yang dikarenakan kondisinya terkendala dalam menerima Bansos.

 

Saat mengecek kendala penyaluran bantuan, beberapa pendamping PKH menyatakan penyaluran bantuan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ditempuh dengan menumpang perahu kecil menyusuri sungai atau menyeberangi laut. Biaya yang dikeluarkan untuk keperluan itu, berkisar antara Rp200-600 ribu. Mensos menyatakan, faktor biaya dan kondisi alam yang sulit, membuat KPM di kawasan 3T terlambat menerima bansos.

 

"Bantuannya saja Rp200 ribu. Ongkosnya sampai Rp200-600 ribu. Sudah gitu taruhan nyawa. Ya untuk apa Pak. Saya akan siapkan peraturan khusus supaya mereka bisa menerima bantuan. Jangan-jangan itu juga yang menjadi penyebab besarnya bansos yang tidak tersalurkan," kata Mensos dalam pertemuan di Hotel Aryaduta, Pekanbaru.

Halaman:

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

X