Putus Mata Rantai Penyebaran Polio dari Aceh, Riau Gencarkan Pekan Imunisasi Polio

- Rabu, 1 Maret 2023 | 19:30 WIB
Kadiskes Riau, Zainal bersama Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementrian Kesehatan, Prima Yosephine, saat memberikan keterangan terkait imunisasi Polio
Kadiskes Riau, Zainal bersama Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementrian Kesehatan, Prima Yosephine, saat memberikan keterangan terkait imunisasi Polio

 

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU-Untuk mengantisipasi masuknya dan memutus mata rantai penyakit Polio Vaccine-Derived Polio Virus tipe 2 (VDPV2), Pemerintah Provinsi Riau bersama Kementrian Kesehatan menjalankan program imunisasi Polio bagi masyarakat Riau, dengan melibatkan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), yang tersebar diseluruh Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal, mengatakan program tersebut dijalankan setelah terjadinya Kejadian Luar Bisa (KLB) VDPV2, di Provinsi Aceh. Dan langkah ini sebagai upaya berupa kegiatan Crash Program, yang dilaksanakan di kedua Provinsi terdekat, yakni Sumatra Barat dan Riau, untuk menutup kesenjangan imunitas serta merupakan upaya penting dalam mempertahankan status Indonesia Bebas Polio.

“Provinsi Sumatera Barat dan Riau, berdekatan dengan Provinsi Aceh dan berdasarkan hasil risk assessment. Dikategorikan sebagai Provinsi yang berisiko tinggi terhadap penularan virus Polio. Berdasarkan rekomendasi WHO, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Komite Ahli Eradikasi Polio, dibutuhkan upaya berupa kegiatan Crash Program yang dilaksanakan di kedua Provinsi,” ujar Zainal, Rabu (1/3).

Dijelaskan Zainal, crash program dilaksanakan dengan memberikan satu dosis imunisasi bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV), atau Polio tetes, dan satu dosis imunisasi Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV), atau Polio suntik tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

“Imunisasi bOPV diberikan bagi anak usia 0 sampai dengan 59 bulan, sedangkan imunisasi IPV diberikan bagi anak usia 4 bulan sampai dengan 59 bulan. Data sasaran anak usia 0-59 bulan berjumlah 640.001 anak, dan anak usia 4-59 bulan berjumlah 605.337 anak. Mari kita lindungi anak-anak kita dari penyakit Polio, sehingga mereka sehat dan dapat terus belajar untuk menggapai cita-cita. Imunisasi telah terbukti ampuh dan aman, mari kita manfaatkan,” ajak Kadiskes.

Vaksin Polio Halal

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementrian Kesehatan, Prima Yosephine, menjelaskan, bahwa masyarakat Indonesia jangan takut dan ragu untuk memberikan vaksin atau imunisasi Polio kepada anak-anak. Vaksin tersebut sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, dalam mencegah penyakit yang dapat memberikan dampak fatal bagi anak-anak.

“Jadi mungkin ini bukan vaksin baru, vaksin yang sudah kita berikan lama sekali Polio ini, dan sebagai contoh saja di Aceh mereka sudah jalan duluan karena mereka memang yang terdampak, masyarakat disana memang sudah menerima. Jadi tidak ada isu halal dan haramnya, yang diangkat terkait vaksin ini. Saya rasa semau sudah diserahkan ke MUI, dan kita menyampaikan ke hal yang sehat bagaimana melakukan imunisasinya,” jelas Prima.

Dijelaskan Prima, Provinsi Aceh menjadi salah satu contoh dan pelajaran bagi semu masyarakat Indonesia, jangan sampai terjadi KLB di daerah lain. Polio ini sangat merugikan bagi anak-anak dan keluarga. Penyakit ini bisa meluluhkan dan tidak bisa diobat. Untuk itu salah satu cara mencegahnya dengan memberikan imunisasi Polio, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

“Dampaknya yah seperti di Aceh bahwa anak-anak kita akan sangat beresiko tertular virus Polio dan kita khawatirkan, kalau anak kena Polio jadi bisa cacat dan lumpuh permanen dan tidak bisa sembuh. Ini sebetulnya kita khawatirkan, kita tidak ingin mewariskan kepada generasi penerus yang tidak sehat, apalagi dengan adanya gejala seperti itu sehingga mereka tidak bisa mengejar cita-citranya. Mari sama-sama kita menggerakkan imunisasi bagi anak-anak kita,” ungkapnya.

Editor: Nurmadi

Tags

Terkini

Periode 2022-2024, IPKB Riau Dikukuhkan

Kamis, 30 Maret 2023 | 21:25 WIB

Seminggu Ramadan, Sejumlah Harga Bahan Pokok Turun

Kamis, 30 Maret 2023 | 13:25 WIB

JTTS Bangkinang-Koto Kampar Dirancang Tahan Gempa

Senin, 27 Maret 2023 | 20:52 WIB
X