Pengamat Sebut Megawati Belum Siap Berdemokrasi

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 13:01 WIB

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Belakangan Ketua Umum PDI Perjuangan terkesan memasang badan terhadap Jokowi atas serangan kritik yang bertubi-tubi.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga merasa heran mengapa Megawati terkesan memasang badan di saat dia mengetahui bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.

"Karena itu, sangat aneh bila Megawati meminta kritik harus konstruktif atau yang ada solusinya. Padahal tidak ada aturan yang mewajibkan hal itu," kata Jamiluddin, Kamis (19/8/2021).

Pasalnya menurut Jamiluddin, sebagai seorang eksekutor, presiden sudah semestinya mencari solusi atas kritik yang disampaikan oleh rakyat agar eksekusinya efisien dan efektif.

Lebih lanjut, Jamiluddin berpendapat orang yang rela pasang badan demi menangkal kritik mencirikan dirinya belum siap berdemokrasi.

Baca Juga: Megawati Sakit Hati Pengkritik Sebut Jokowi Kodok

"Jadi, kalau ada anak bangsa yang harus pasang badan untuk menangkal kritik, itu mengindikasikan yang bersangkutan belum siap berdemokrasi," ujarnya.

Alasannya, keriuhan ekspresi bebas berpendapat memang sudah tak dapat dilepaskan dan akan terus menggema di negara demokrasi.

"Siapa yang tidak siap dengan berisiknya demokrasi, maka orang yang bersangkutan secara alamiah akan tersingkir. Semoga Megawati tidak termasuk yang gagap dengan berisiknya demokrasi hingga harus sampai mau pasang badan," tandasnya.

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

DPP PDI Perjuangan Umumkan Ketum dan Sekjen BMI

Senin, 22 November 2021 | 18:48 WIB
X