Komnas HAM: Label Taliban Itu Dalih Penyingkiran Pegawai KPK melalui TWK

- Senin, 16 Agustus 2021 | 16:53 WIB
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam.

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan sengkarut KPK mengenai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Komnas HAM mengatakan label taliban digunakan sebagai dalih untuk menyingkirkan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui proses TWK.

Stigmatisasi ini pun menurut Komnas HAM merupakan masalah serius dalam konteks HAM.

“Penggunaan stigma dan label Taliban menjadi basis dasar pemutusan hubungan kerja melalui proses alih status pegawai,” kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dalam konferesi pers, Senin (16/8/2021).

Pelabelan taliban dan penyingkiran pegawai ini merupakan sebagian dari temuan Komnas HAM mengenai proses TWK di KPK. Komnas menemukan ada 11 pelanggaran HAM dalam proses TWK tersebut.

Anam mengatakan pelabelan Taliban sengaja dikembangkan dan dilekatkan pada pegawai KPK dengan latar belakang tertentu, salah satunya dalam praktik keagamaan. Namun, menurut Anam, label itu sebenarnya bukan soal agama.

Sayangnya, menurut Komnas HAM label Taliban berkaitan dengan aktivitas kerja profesi pegawai KPK dalam pemberantasan korupsi. Label itu, juga diberikan kepada pegawai yang dianggap tak bisa 'disetir'.

Menurut Anam, dalih itu menjadi masalah serius, karena berdasarkan kode etik KPK, lembaga ini justru memberikan ruang bagi pegawai untuk bersikap kritis, sebagai kontrol internal.

“Karakter lembaga KPK merujuk pada kode etik lembaga justru memberikan ruang untuk bersikap kritis sebagai kontrol internal maupun kerja penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi,” terangnya.

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Terkini

DPP PDI Perjuangan Umumkan Ketum dan Sekjen BMI

Senin, 22 November 2021 | 18:48 WIB
X