HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau menggelar kegiatan Coffee Morning bersama dengan perwakilan unsur mahasiswa, orgaisasi swadaya masyarakat, serta para wartawan.
Bertajuk Kritik dan Pandangan Satu Dekade Bawaslu Provinsi Riau, acara ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Riau, Alnofrizal; Mantan Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan; Mantan Ketua KPU Riau, Nurhamin; serta Mantan Anggota Bawaslu Riau, Gema Wahyu Adinata dan Neil Antariksa.
Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Anofrizal dalam sambutannya mengatakan kegiatan coffee morning yang ditaja oleh pihaknya tersebut dibuat sebagai bentuk diskusi terkait pemilu dan permasalahannya.
"Jika ada kawan-kawan wartawan, kawan-kawan dari mahasiswa dan organisasi swadaya masyarakat ingin narasumber terkait masalah pemilu, para narasumber yang dihadirkan di acara coffee morning ini sangat berkompeten untuk menjadi narasumber," jelas Alnofrizal.
Didalam diskusi tersebut, para mantan pengurus KPU dan Bawaslu Riau periode sebelumnya banyak menjelaskan tentang suka-duka dalam kepemiluan di Riau dan serta tantangan yang mereka hadapi di saat pemilu sebelumnya.
Rusidi Rusdan yang merupakan mantan Ketua Bawaslu menyebutkan bahwa pihaknya dulu sangat mengedepankan unsur pencegahan dan hal tersebut mereka lakukan secara masif dan berkelanjutan.
"Sosialisasi menurut saya bisa dilakukan secara masif adalah salahsatunya dengan memberdayakan seluruh komponen KPU dan Bawaslu. Komponen KPU mulai dari PPS PPK sampai ke unsur ketua mensosialisasikannya minimal di medsosnya masing-masing," jelas Rusidi Rusdan.
"Demikian juga di jajaran Bawaslu. Mulai dari Bawaslu sampai ke panwascam wajib mensosialisasikan di media sosialnya masing-masing. Perlu adanya syarat tidak tertulis bagi calon penyelenggara pemilu untuk mensosialisasikan pemilu," terangnya."
Selain itu, Mantan Ketua KPU Riau, Nurhamin mengungkapkan dalam diskusi tersebut bahwa terkait permasalahan konflik pemilu baik kepala daerah maupun legislatif serta kepartaian itu merupakan ruangnya Bawaslu.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ada 2 point penting di Bawaslu, yaitu adanya kejujuran dan keadilan.
"Ranah peradilan dan penyelesaian masalah kepemiluan itu ada di Bawaslu. Jadi ada 2 point penting di Bawaslu. Yaitu jujur dan adil," terangnya.
Diskusi yang berakhir sekitar jam 12.00 WIB tersebut menjadi ajang sharing hearing, berbagi pengalaman terkait kepemiluan di masa lalu dan inovasi serta langkah terbaik untuk kedepannya.
Baca Juga: bank bjb Dukung Penyelenggaraan Jabar International Marathon 2022
Artikel Terkait
Pekanbaru Juara Umum Cabor Renang Porprov X, Bengkalis Cabor Senam
4 Cabor Porprov X Selesai di Pertandingan, Bengkalis Tak Terbendung di Puncak Klasemen
UMP Riau 2023 Rp3.105.000 Dibatalkan!
Komisi III Bersama Polda - Kejati Riau Bahas Konflik Tanah
Selesaikan 9 Cabor Pertandingan, Porprov X Riau Belum Ada Pecahkan Rekor
Wujudkan Asa Kembali Bersekolah, Bid Dokkes Polda Riau Lakukan Operasi Kaki Mita
Wujudkan Asa Kembali Bersekolah, Bid Polda Riau Lakukan Operasi Kaki Mitha
Perkuat Pengembangan Tahura Minas, Pemprov Riau - PHR Tanda Tangani PKS
Panpel Pertandingan Porprov X Tak Berjalan Sempurna, Medali Cabor Muathay Terancam Dibatalkan
Tausiyah Ba’da Dzuhur, Kajati Riau Dr Supardi Ingatkan Jajarannya untuk Memuliakan Ulama