Fahri Hamzah Tagih Hutang PKS Rp30 Miliar

- Selasa, 19 November 2019 | 08:23 WIB
10 09-05- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
10 09-05- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

JAKARTA (HR)-Diduga banyaknya Kader PKS yang ikut menjadi kader Partai Gelora, membuat PKS meminta kepada pengurus partai Gelora yang juga mantan Kader PKS, untuk tidak mengacak acak kader mereka.

Namun wakil ketua partai Gelora, Fahri Hamzah tidak memberikan jawaban detail soal permintaan bekas partainya tersebut. Fahri hanya meminta agar PKS dapat menunaikan kewajiban membayar ganti rugi kepada dirinya sebesar Rp30 miliar, sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Suruh bayar utang,” kata Fahri saat dihubungi, Jumat (15/11/2019).

Denda ganti rugi yang dibebankan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap Fahri Hamzah belum juga dibayar.

Padahal, denda PKS untuk Fahri Hamzah itu telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Denda yang kini menjadi utang imbas pemecatan serta pencemaran nama baik itu kini diplesetkan Fahri Hamzah dalam sebuah lagu.

Lagu yang diplesetkan Fahri Hamzah adalah sebuah lagu milik Peterpen berjudul 'Topeng" yang populer pada tahun 2003 silam.

Dalam status itu, Fahri menuliskan tagar #TapiBayarDuluUtangmu dan menuliskan Peterpan yang segera diasosiasikan dengan hutang PKS kepadanya yang mencapai Rp 30 miliar.

"#TapiBayarDuluUtangmu (Peterpan)," tulis Fahri Hamzah.

Adapun permintaan Partai Gelora untuk tidak lagi mengacak-acak PKS dinyatakan oleh anggota Majelis Syura PKS Tifatul Sembiring saat Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

“Silakan saja kalau bagi saya sih mereka membuat partai baru monggo tapi jangan ngacak-ngacak lagi di sini,” kata Tifatul, Kamis (14/11/2019).

Sementara itu terkait kewajiban PKS membayar Rp 30 miliar ke Fahri Hamzah, Presiden PKS Sohibul Iman dan Sekjen PKS Mustafa Kamal kompak menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum tanpa memberi pernyataan tambahan.(dtc/tribun/eka)

-

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X