Jokowi Ajak Prabowo-Sandi Bangun Negeri

- Senin, 1 Juli 2019 | 09:28 WIB
Jokowi - Maruf Amin Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
Jokowi - Maruf Amin Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

JAKARTA (HR)- Calon presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengajak pasangan capres cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun bangsa.

Sebab, kata Jokowi, pembangunan Indonesia tidak bisa hanya dilakukan oleh satu atau dua orang saja, melainkan secara bersama-sama. "Indonesia tak bisa dibangun hanya dengan satu orang, dua orang, atau sekelompok orang. Oleh karena itu, saya mengajak Pak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun negara ini," ujar Jokowi saat berpidato dalam rapat pleno penetapan capres cawapres terpilih pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Minggu (30/6).

Bagi Jokowi, baik Prabowo dan Sandiaga merupakan tokoh patriot yang memiliki cita-cita sama yakni menginginkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mengingatkan agar masyarakat kembali bersatu meskipun berbeda pilihan politik. "Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk melupakan perbedaan pilihan politik yang sempat membelah kita, 02 dan 01" ucapnya.

Jokowi juga berjanji akan bekerja keras membangun bangsa dan melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan di periode pertama pemerintahan bersama Wapres Jusuf Kalla. "Kami berdua akan berjuang sekuat tenaga akan bekerja sekuat tenaga untuk melanjutkan pondasi yang telah kami bangun bersama Jusuf Kalla pada periode pertama pemerintahan," ucapnya.

Jokowi dan Ma'ruf pun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan untuk kembali memimpin bangsa.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menetapkan paslon capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Penetapan ini digelar Minggu (30/6) sore di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. Ketua KPU, Arief Budiman, membacakan surat keputusan (SK) SK 1185/PL.01.09-Kpt/06/KPU/VI/2019. SK tersebut mengesahkan perolehan suara pilpres paslon Jokowi-Ma'ruf Amin sebanyak 55,50 persen suara nasional. "Menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2019 nomor urut 01 saudara Ir H Joko Widodo dan saudara Profesor Doktor HC Kiai Haji Ma'ruf Amin dengan perolehan suara sebanyak 85.607.362 suara atau 55,50 persen dari total suara sah nasional sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih periode tahun 2019-2024," ujar Arief.

Dia melanjutkan, keputusan ini sekaligus mulai berlaku sejak Minggu (30/6). "Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada 30 Juni 2019."Penetapan KPU ini dilakukan tiga hari setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan Tim Kuasa Hukum paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno untuk seluruhnya. Menurut majelis hakim, permohonan pemohon tak beralasan menurut hukum. "Dalam eksepsi, menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ucap Ketua Hakim MK, Anwar Usman, dalam sidang pembacaan putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (27/6) lalu.

Dalam persidangan ini, MK menolak sejumlah dalil permohonan PHPU Pilpres 2019 Tim Hukum Prabowo-Sandi. Salah satunya, terkait pelanggaran asas pemilu yang bebas dan rahasia dengan mengajak masyarakat menggunakan bahu putuh saat mencoblos ke tempat pemungutan suara (TPS). "Terhadap dalil pemohon mahkamah mempertimbangkan, selama persidangan mahkamah tidak menemukan fakta adanya intimidasi ajakan baju putih," ujar Hakim Konstitusi, Arief Hidayat.(rol)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

DPP PDI Perjuangan Umumkan Ketum dan Sekjen BMI

Senin, 22 November 2021 | 18:48 WIB
X