Afghanistan Diguncang Gempa Magnitudo 6,1 dan Renggut 1.000 Nyawa, Dunia Tunggu Izin Taliban Kirimkan SAR

- Kamis, 23 Juni 2022 | 12:11 WIB
Lebih dari 1000 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Gempa Afghanistan (instagram.com/@muslimcaremalaysiasociety)
Lebih dari 1000 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Gempa Afghanistan (instagram.com/@muslimcaremalaysiasociety)

HALUANRIAU.CO, AFGHANISTAN - Afghanistan diguncang gempa bumi bermagnitudo 6,1 pada Rabu, (22/6/2022) sebabkan kerusakan hebat di negara tersebut.

Terbaru, setidaknya 1.000 orang dinyatakan tewas dalam peristiwa tersebut, dan membuat beberapa negara mencoba untuk mengulurkan bantuannya kepada negara asia selatan tersebut.

Dikutip dari INews, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Jake Sullivan mengatakan Presiden Joe Biden meminta kepada Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID beserta entitas pemerintah federal lainnya untuk menilai kondisi terkini negara tersebut dan mengirimkan bantuan.

Sullivan juga menyatakan bahwa AS berkomitmen untuk tatap melanjutkan dukungan untuk rakyat Afghanistan dan berdiri bersama mereka selama dan setelah tragedi gempa bumi tersebut.

Baca Juga: Bangkrut! Sri Langka Minta Dana Segar IMF

Selain AS, Jepang juga akan mengirimkan bantuan ke negara tempat kelompok taliban tersebut dimana Wakil Sekretaris Kabinet Jepang, Seiji Kihara menjelaskan bahwa pemerintah sedang berkoordinasi terkait langkah-langkah untuk memberikan dukungan yang diperlukan untuk sesegera mungkin, termasuk mempelajar kondisi guna memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan para korban.

Sementara itu, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) juga tengah berkoordinasi dengan Turkiye terkait upaya pengiriman bantuan ke Afghanistan untuk membantu otoritas setempat dalam mengevakuasi korban-korban reruntuhan.

Ramiz Alakbarov yang merupakan Wakil utusan PBB menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kemampuan SAR untuk menghadapi dampak dari gempa di Afghanistan dan pihaknya menilai Turkiye punya SDM yang mumpuni.

Alakbarov menjelaskan hingga saat ini, Pemerintahan Taliban telah meminta bantuan berupa barang kebutuhan dan bukan Tim SAR Internasional.

"Tim kami tidak punya peralatan khusus untuk menyelamatkan orang yang tertimbun reruntuhan. Ini sebagian besar bergantung pada upaya otoritas de facto (Taliban), yang juga memiliki keterbatasan dalam hal ini," katanya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Sumber: inews

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rapimda Demokrat Riau Siapkan Kemenangan AHY di 2024

Minggu, 20 November 2022 | 21:30 WIB
X