Buruh Kebun Perkosa Bocah Ingusan di Rengat, Pelaku Diamankan Polres Inhu

- Senin, 6 Desember 2021 | 16:23 WIB
NV alias Nov (20) warga Desa Pulau Jumat Kecamatan Kuala Cenaku (Eka/HRC)
NV alias Nov (20) warga Desa Pulau Jumat Kecamatan Kuala Cenaku (Eka/HRC)

HALUANRIAU.CO, INDRAGIRI HULU - Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Satreskrim Polres Inhu mengamankan seorang buruh Kebun kelapa sawit yang tega mencabuli dan memperkosa anak bawah umur, sebut saja namanya Teratai (14) warga salah satu desa di Kecamatan Rengat.

Pelaku cabul dan persetubuhan anak bawah ini adalah, NV alias Nov (20) warga Desa Pulau Jumat Kecamatan Kuala Cenaku diamankan unit PPA Polres Inhu Senin 15 November 2021 setelah orang tuanya mengantarkan pelaku ke Mapolres Inhu.

Kapolres Inhu, AKBP Bachtiar Alponso, melalui PS Kasubsi Penmas Polres Inhu, Aipda Misran, Senin 6 Desember 2021 membenarkan diamankannya pelaku pencabulan dan persetubuhan terhadap anak bawah umur tersebut.

Dijelaskannya, perbuatan biadab pelaku itu terjadi Jumat 17 September 2021 sekira pukul 1.30 WIB, ketika itu, korban sedang sendirian dirumah sambil menonton TV. Kemudian, pelaku datang dan masuk kedalam rumah dengan alasan minta minum karena haus setelah memanen buah kelapa sawit.

Baca Juga: Atta Halilintar Lakukan Hal Luar Biasa Demi Korban Erupsi Semeru, Unggahannya Undang Simpati Publik

Setelah minum, pelaku duduk sebentar sambil bermain handphone android, rupanya pelaku sedang memutar video porno.

Pelaku mendekati korban, memaksa korban ikut menonton video haram itu. Tentu saja korban yang masih polos dan tidak mengerti apa-apa itu menolak.

Namun pelaku tetap saja memaksa korban menonton, selanjutnya pelaku memeluk dan mencium serta berbuat senonoh terhadap korban secara paksa. Bahkan pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan seperti suami istri, setelah puas melampiaskan nafsu bejat, pelaku keluar dari rumah dan sambil mengancam akan membunuh korban jika menceritakan kejadian itu pada orang lain.

Ketika itu korban diam membisu, depresi dan ketakutan, bahkan sejak kejadian itu, sifat korban langsung berubah, pendiam bahkan sering melamun sendiri.

Perubahan ini rupanya diketahui bibi korban, DR (40), pada Kamis 4 November 2021, akhirnya korban menceritakan semua kejadian menyakitkan dan menakutkan itu pada bibinya.

Halaman:

Editor: Bilhaqi Amjada A'araf

Tags

Terkini

MU Coba Tikung Olympique Lyon Buru Tyrell Malacia

Selasa, 28 Juni 2022 | 22:40 WIB
X