Kritikan Pedas Rocky Gerung Soal Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:32 WIB
Ilustrasi kritik kegagalan (Pixabay)
Ilustrasi kritik kegagalan (Pixabay)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Adanya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dengan biaya yang fantastis, menuai banyak reaksi dari para pengamat dan politikus.

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung memakan biaya hingga USD 8,6 miliar.

Pembangunan tersebut membuat utang yang dimiliki Indonesia semakin menumpuk kepada China yang menjadi salah satu pemilik saham di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Baca Juga: Setelah Kecelakaan Beruntun di Tol Merak, Kecelakaan Kembali Terjadi di Ruas Tol, Akibatkan Kontainer Terbalik

Pengamat politik Rocky Gerung dengan tegas menyebutkan bahwa Istana Negara gagal tanggap terhadap permasalahan yang ada di Indonesia.

Dilansir dari YouTube Mardani Ali Sera, Rocky Gerung mempertanyakan sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pembangunan kereta cepat tersebut.

Pasalnya, pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai presiden, Sri Mulyani dengan lantang menolak dibangunnya monorail.

Namun, pada era Jokowi, Sri Mulyani mengikuti proyek pembangunan yang diinginkan oleh Presiden Indonesia itu.

Baca Juga: Soal Siswa MTS Hanyut Saat Kegiatan Pramuka, DPRD: Kok Diizinkan Susur Sungai Saat Pandemi?

"Jadi yang saya persoalkan adalah etika pejabat publik yang diam terhadap hal-hal yang enggak masuk akal. Diamnya Sri Mulyani menjadi korupsi di depan mata dia. Diamnya Sri Mulyani membuat seorang anak pejabat memainkan harga saham melalui insider informasi," kata Rocky Gerung.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPP PDI Perjuangan Umumkan Ketum dan Sekjen BMI

Senin, 22 November 2021 | 18:48 WIB
X