Said Didu: Utang 6 BUMN Ini Rakyat yang Akan Bayar

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:42 WIB
Ilustrasi utang BUMN dibayar rakyat. (Pixabay/Alex Barcley)
Ilustrasi utang BUMN dibayar rakyat. (Pixabay/Alex Barcley)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Mengingat utang perusahan milik negara yang tidak sedikit, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu menyebutkan jika dalam melunasi utang tersebut rakyat lah yang harus membayar.

Ada enam perusahaan yang menjadi sorotan dengan total utang mendekati Rp500 triliun.

Perusahaan tersebut yaitu PT PLN, PT Garuda Indonesia, PT KAI, Waskita, PT Perkebunan Nusantara, dan PT Kraktau Steel.

"Utang BUMN non sektor keuangan pada 2014 sekira Rp500 triliun, sekarang mendekati Rp3.000 triliun. Kalau sektor keuangan dimasukkan, pada 2014 sekira Rp2.400 triliun dan sekarang sekira Rp6.500 triliun," kata Said Didu dikutip dari YouTube MSD.

Baca Juga: Marah-Marah Terus, Pengamat Sebut Politik Drama Risma Bisa Bingungkan Masyarakat

Disebutkan Said Didu, dalam catatan tersebut utang dari sektor keungan dimasukkan hingga 2014.

Namun, kini tidak dimasukkan karena hal tersebut merupakan utang dari bank ke nasabah.

Menelaah utang yang dimiliki negara, Said Didu menyeburkan jika tidak ada tanda-tanda perbaikan BUMN dalam melunasi utang.

Alih-alih dilunasi, utang tersebut justru disebut serupa dengan utang pemerintah yang menjadi tanggungan rakyat.

"Jadi sama persis dengan utang pemerintah. TIdak ada jalan lain bagi negara kecuali mengambil uang rakyat untuk membayar utang," ujar Said Didu.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPP PDI Perjuangan Umumkan Ketum dan Sekjen BMI

Senin, 22 November 2021 | 18:48 WIB
X