Film G30S dan Kebohongan Besar di Dalamnya yang Jadi Memori Kolektif

- Kamis, 30 September 2021 | 15:13 WIB
Poster film Pengkhianatan G30S PKI. (TVOne)
Poster film Pengkhianatan G30S PKI. (TVOne)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Kemunculan film Jagal pada 2012 dan Senyap pada 2014 menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Pasalnya, dalam film garapan sutradara asal Amerika Serikat, Joshua Oppenheimer itu menampilkan sisi lain dari kisah-kisah G30S yang selama ini ditampilkan pemerintah ke hadapan publik.

Misalnya, bagaimana kejamnya ABRI (sekarang TNI) menghabisi semua orang yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), baik yang terbukti maupun tidak.

Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2021 Beserta Niat dan Keutamaan Melaksanakannya

Kedua film itu menyajikan bagaimana 'brutalnya' Pemuda Pancasila membunuh orang-orang yang dicurigai dekat dengan komunisme, dan lainnya.

Pada kemunculan kedua film itu, banyak kampus yang diam-diam memutar dan mengadakan nonton bersama. Namun, beberapa terpaksa batal karena direpresi dan dibubarkan aparat kepoliosian.

Dikutip dari Bisnis, Rektor UGM pada masa itu, Dwikorita Karnawati menilai tindakan pembubaran paksa tersebut mencederai substansi dan makna kebebasan mimbar akademi.

“Ini menjadi dasar mengapa kami minta agar tindakan intimidasi segera diusut. Ini tidak hanya terjadi di UGM, tetapi juga di tempat lain,” katanya di Kampus UGM pada Jumat (19/12/2014) silam.

Sementara, terkait film G30S, Sejarawan Universitas Gadjah Mada, Sri Margana, mengatakan film besutan sutradara Arifin C. Noer tersebut dinilai cacat fakta.

Misalnya, soal kisah penyiksaan di luar batas kemanusiaan kepada para jenderal di Lubang Buaya.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPP PDI Perjuangan Umumkan Ketum dan Sekjen BMI

Senin, 22 November 2021 | 18:48 WIB
X