2 Stasiun Televisi Ini Umumkan Akan Tayangkan Film Pengkhianatan G30S PKI

- Selasa, 28 September 2021 | 15:46 WIB
Poster film Pengkhianatan G30S PKI. (TVOne)
Poster film Pengkhianatan G30S PKI. (TVOne)

HALUANRIAU.CO, PEKANBARU - Menjelang peringatan peristiwa G30S, dua stasiun televisi nasional, MNCTV dan tvOne memastikan akan menayangkan film Pengkhianatan G30S PKI pada 29 dan 30 September 2021.

MNCTV memastikan akan menayangkan film itu pada Rabu (29/9/2021) mulai pukul 19.30 WIB, berdasarkan informasi yang diperoleh dari electronic program guide (EPG) MNC Vision.

Sementara tvOne juga akan menayangkan film Pengkhianatan G30S PKI pada Kamis (30/9/2021) mulai pukul 21.00 WIB sebagaimana dilansir dari akun media sosial resmi tvOne.

Baca Juga: Semenjak Implementasi Mandatori Biodiesel B30, Harga TBS di RIau Naik

Sebagaimana diketahui, film Pengkhianatan G30S PKI diproduksi oleh Produksi Film Negara (PFN) pada 1984 yang disutradarai oleh Arifin C Noer dan diproduseri oleh Gufran Dwipayana.

Mulanya, film Pengkhianatan G30S PKI menjadi film yang wajib untuk diputar setiap tanggal 30 September untuk mengingatkan rakyat atas pengkhianatan yang dilakukan oleh PKI.

Kemudian, film tersebut menjadi film yang wajib ditayangkan oleh TVRI pada tahun 1985 hingga 1997, meski sempat terjadi perebutan hak siar antara TVRI dengan RCTI pada 1991.

Sayangnya, guna mengatasi polemik tersebut, pemerintah malah mewajibkan seluruh stasiun televisi yang mengudara pada masa Orde Baru untuk memutar film Pengkhianatan G30S PKI.

Baca Juga: Kejari Kuantan Singingi Beri Pemahaman Hukum Kepada Kepala Desa

Masih Perlukah Menonton Film Pengkhianatan G30S PKI?

Pada 2019 dilansir dari Kompas TV, Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menyampaikan di era kepemimpinan Bj Habibie, melalui Menteri Penerangan, Yunus Yosfiah mengumumkan film Pengkhianatan G30S PKI dihapuskan dari kewajiban untuk diputar setiap tahun.

"Jadi kalau yang meminta penghentian film itu bagian dari PKI, itu keliru. Justru dari dalam tubuh pemerintahan sendiri, yang ketika itu mau meninjau ulang film tersebut," terangnya.

Kemudian, Usman menuturkan film itu pun ditinjau ulang oleh Menteri Pendidikan di era kepemimpinan Bj Habibie, Juwono Sudarsono.

"Jadi Menteri Pendidikan pada waktu itu memeriksa sejarah dalam film itu dan buku-buku sejarah di sekolah yang dianggap mengandung sejarah yang tidak benar," jelasnya.

"Apakah beliau PKI? Bukan. Dia professor, orang terdidik," tandasnya.

Halaman:
1
2

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: PikiranRakyat.com, Kompas TV

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dr Abdul Wahid Jabat Ketua PW Muhammadiyah Riau

Rabu, 5 Januari 2022 | 21:21 WIB

Menantunya Gabung Partai Demokrat, Basko: Saya Restui!

Selasa, 28 Desember 2021 | 14:11 WIB

Bergabung ke Partai Demokrat, Ini Alasan Menantu Basko

Selasa, 28 Desember 2021 | 11:32 WIB
X