Konflik Luhut Pandjaitan dengan Haris Azhar dan Koordinator KontraS: Blok Wabu Miliki Harta Karun Rp207 T

- Kamis, 23 September 2021 | 14:53 WIB
Ilustasi Emas. (Pixabay/Stevebidmead)
Ilustasi Emas. (Pixabay/Stevebidmead)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Konflik antara Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dengan Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti membuat sorotan tertuju ke Blok Wabu.

Blok Wabu, bekas wilayah tambang PT Freeport Indonesia di Papua itu disebut-sebut sebagai 'gunung emas'.

Terletak di Kabupaten Intan Jaya, itu tak sekadar 'gunung emas' melainkan juga belum terjamah. Saat dieksplorasi Freeport, ditemukan potensi sumber daya emas sebesar 8,1 juta troy ounce di sana.

Baca Juga: Anggaran Koni Solok Nol, Warga Lakukan Galang Dana untuk Atlet

"Cadangan emas di Wabu sangat tinggi dan sudah terbukti. Itu totalnya ya, sumber daya di sana sekitar 8,1 million (juta) dan ini mempunyai potensi, masih sangat besar," ungkap Senior Vice President for Exploration Division MIND ID (Holding BUMN Tambang), Wahyu Sunyoto, dalam diskusi dengan media pada 22 Oktober 2020 lalu.

Dikutip dari Bloomberg, harga emas saat ini USD 1.764,1 per troy ounce. Jika dikalikan dengan potensi sumber daya emas di Blok Wabu yang mencapai 8,1 juta troy ounce, berarti ada 'harta karun' sebesar USD 14,289 miliar atau sekitar Rp 207,19 triliun (kurs dolar Rp 14.500).

Adapun untuk kadar emas dalam bijih emas yang bisa digali di Blok Wabu, diperkirakan cukup tinggi.

Baca Juga: Atlet PON Riau ini Ternyata Pernah Berada di Pelatnas SEA Games, Ini Targetnya di PON Papua

Rata-rata kadar emas dalam satu ton bijih emas yang digali sekitar 2,17 gram. Bahkan, di beberapa spot, ada yang sampai 72 gram per 1 ton bongkahan bijih emas.

Rata-rata kadar emas per gram dalam 1 ton bijih emas di Blok Wabu ini bahkan lebih besar dari kadar emas di tambang Grasberg Freeport yang hanya memiliki rata-rata 1 gram emas dalam 1 ton bijih emas.

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BEM UI Tuding Firli Bahuri Bawa Kemunduran KPK

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:16 WIB

Bahan Olahan Karet Naik, Pinang Turun

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Pemerintah China Minta Apple Hapus Aplikasi Alquran

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:35 WIB
X