Jalani Sidang Gugatan KSP Moeldoko, Demokrat: Bukti yang Diberikan di Pengadilan Tidak Nyambung!

- Kamis, 16 September 2021 | 17:03 WIB
Suasana berlangsungnya sidang KSP Moeldoko. (Istimewa)
Suasana berlangsungnya sidang KSP Moeldoko. (Istimewa)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Persidangan Gugatan KSP Moeldoko kepada Menkumham RI Yasonna Laoly, terkait penolakan pemerintah terhadap hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang telah masuk dalam tahapan pembuktian dokumen.

Diketahui dalam KLB tersebut, Moeldoko (sebagai penggugat) dipilih sebagai Ketua Umum. Sementara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sejak awal menegaskan kegiatan KLB tersebut adalah upaya ‘begal politik’ yang ilegal dan inkonstitusional.

Pascapersidangan di Pengadilan TUN Jakarta Kamis (16/09/2021), sebagai tergugat II intervensi, kuasa hukum DPP Partai Demokrat, Heru Widodo (Hamdan Zoelva & Partners) menyatakan, setiap upaya menggugat keputusan negara harus dengan tatacara dan penyertaan dokumen yang tentunya juga harus diakui negara.

Baca Juga: Dilaporkan Anggota Dewan, Sejumlah Warga Jadi Tersangka

Heru melanjutkan, baginya dalil-dalil gugatan oleh pihak Moeldoko tidak memenuhi persyaratan mendasar tersebut.

“Hal yang paling penting untuk mendaftarkan hasil sebuah Kongres adalah Surat Keterangan dari Mahkamah Partai yang terdaftar di Kemenkumham. Sementara Surat yang pihak Moeldoko sampaikan, diterbitkan oleh Mahkamah Partai yang tidak tercatat di Kemenkumham RI. Jadi, sudah tepat Menkumham menolak mengesahkan hasil KLB Deliserdang," jelas Heru.

Di saat yang sama, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan yang turut menyaksikan langsung persidangan menegaskan bahwa, pihak Moeldoko tak dapat membuktikan dua hal utamanya.

“Seperti yang kami duga, dua hal utama itu; satu, dasar hukum apa yang digunakan untuk menyelenggarakan KLB? dua, siapa dan berapa pemilik suara sah yang hadir saat itu? Bukti yang diberikan tidak nyambung!" tegas Hinca.

Anggota Komisi III DPR RI sebagai bidang hukum itu menilai bahwa hingga saat ini, proses persidangan berjalan dengan baik dan profesional. Di mana Majelis Hakim memberikan kesempatan yang sama kepada masing-masing pihak untuk menyampaikan bukti.

Baca Juga: Kementerian Kesehatan Siapkan 2 Skenario Hadapi 3 Varian Baru Corona

Halaman:

Editor: Bagus Pribadi

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BEM UI Tuding Firli Bahuri Bawa Kemunduran KPK

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:16 WIB

Bahan Olahan Karet Naik, Pinang Turun

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Pemerintah China Minta Apple Hapus Aplikasi Alquran

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:35 WIB
X