Santunan Rp 30 Juta Kemenkumham Dinilai Sakiti Hati Keluarga Korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

- Senin, 13 September 2021 | 09:17 WIB
Lapas Kelas I Tanggerang Terbakar, 41 Orang Korban Tewas (Dok Kemenkumham)
Lapas Kelas I Tanggerang Terbakar, 41 Orang Korban Tewas (Dok Kemenkumham)

HALUANRIAU.CO, JAKARTA - Kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang pada Rabu (9/9/2021) dini hari masih menyisakan sejumlah polemik.

Hal ini karena santunan senilai Rp 30 juta yang diberikan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dinilai tak layak.

Pengacara Publik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Oky Wiratama mengatakan, ganti kerugian untuk keluarga korban tewas seharusnya bisa mencapai Rp 600 juta.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terbakar pada Rabu (9/9/2021) dini hari.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang dan Realitas Menyedihkan Lapas di Indonesia", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/09/09/190500365/kebakaran-lapas-kelas-i-tangerang-dan-realitas-menyedihkan-lapas-di?page=all.
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terbakar pada Rabu (9/9/2021) dini hari.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang dan Realitas Menyedihkan Lapas di Indonesia", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2021/09/09/190500365/kebakaran-lapas-kelas-i-tangerang-dan-realitas-menyedihkan-lapas-di?page=all.
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Oky menjelaskan, berdasarkan Pasal 95 KUHP jo Pasal 9 ayat 3 Peraturan Pemerintah Nomor 92 Taahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, ganti kerugian untuk korban meninggal sedikitnya Rp 50 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

Baca Juga: Ternyata Alex Ferguson yang Minta Ronaldo Kebali dan Beri Bimbingan Untuk Lingard

”Kajiannya adalah PP92/2015 besaran ganti rugi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 KUHP yang mengakibatkan kematian, besarnya ganti rugi minimal Rp 50 juta dan paling banyak Rp 600 juta,” kata Oky dalam konferensi pers virtual, Minggu (12/9).

Aturan tersebut juga mengatur ganti kerugian untuk korban luka berat atau cacat sehingga tidak bisa melakukan pekerjaan, paling sedikit Rp 25 juta dan maksimal Rp 300 juta.

LBH saat ini masih mempertanyakan alasan Menkumham Yasonna Laoly memberikan santunan Rp 30 juta kepada keluarga korban meninggal. Berita ini dikutip dari suaramerdeka.com dengan judul Santunan Rp 30 Juta Dinilai Tak Layak.

Oky menyebutkan, pemerintah semestinya melakukan kajian kelayakan terlebih dahulu. Sebab, korban bisa jadi adalah kepala rumah tangga yang harus menghidupi anak dan istrinya.

Baca Juga: Dengan Kuota Terbatas, PON XX Papua 2021 Tetap Bisa Disaksikan Secara Langsung

Lebih lanjut, pemerintah tidak boleh menyama ratakan ganti rugi. Harus dihitung kerugian keluarga korban secara materil dan imateril.

Peneliti Imparsial Hussein Ahmad menilai bantuan Rp 30 juta tersebut menyakiti keluarga korban.

”Nyawa satu orang dihargai Rp 30 juta. Santunan Rp 30 juta itu sebenarnya menyakiti keluarga korban. Atas dasar apa Yasonna Laoly memberikan santunan itu? Apa tolok ukurnya?,” ujar Hussein. Dia juga menyebutkan, semestinya Yasonna bisa mengantisipasi kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang dengan memperbaiki sarana dan prasarana.

Baca Juga: Polda Riau Targetkan Herd Immunity Segera Tercapai, Polda Riau Terus Gandeng Semua Pihak

Yasonna dinilai lalai dalam tugasnya mereformasi UU Narkotika sehingga terjadi kapasitas yang berlebih hingga 245 persen di lapas itu.

Informasi terkini, jumlah korban tewas kebarakan Lapas Kelas I Tangerang mencapai 45 orang. Tim DVI Polri saat ini masih mengidentifikasi jenazah para korban.***(Imron Rosadi/suaramerdeka.com)

Halaman:

Editor: Taufik Ilham

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BEM UI Tuding Firli Bahuri Bawa Kemunduran KPK

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:16 WIB

Bahan Olahan Karet Naik, Pinang Turun

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Pemerintah China Minta Apple Hapus Aplikasi Alquran

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:35 WIB
X