Dibangun Miliaran Rupiah, Pasar Higienis Hanya Jadi Tempat Tidur

- Senin, 9 Desember 2019 | 06:12 WIB
Pembangunan pasar higienis di Pekanbaru belum mampu mendatankan ekonoomis bagi pedagang
Pembangunan pasar higienis di Pekanbaru belum mampu mendatankan ekonoomis bagi pedagang

PEKANBARU (HR)-Persoalan keengganan para pedagang berjualan di dalam Pasar Higienis di Jalan Teratai tampaknya masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi Pemerintah Kota Pekanbaru.

Betapa tidak, meski untuk pembangunan pasar harus mengorbankan bangunan Sekolah Dasar dengan anggaran yang tidak sedikit sampai miliaran rupiah, namun setelah jadi pasar justru tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Bahkan pantauan di lapangan Ahad,(8/12), pasar higienis itu hanya dijadikan sebagai tempat tidur dan penitipan barang pedagang yang tetap berjualan di tepi jalan raya sekitar lokasi.

Berbagai upaya sebelumnya sudah dilakukan Pemko Pekanbaru, salahsatunya memenuhi permintaan para pedagang untuk membongkar tembok bekas bangunan SD itu karena dinilai menjadi penghalang bagi pembeli.

Namun setelah dibongkar para pedagang masih tetap bandel dan nekat berjualan di pinggir jalan dengan alasan tak ada jual beli jika mereka berjualan di dalam Pasar Higienis. Bahkan adapula yang mengatakan sampai bangkrut saking sepinya.

Salahseorang warga bernama Ridwan, yang mengaku tinggal di sekitar Pasar Higienis mengatakan, sejak tembok pembatas antara jalan dengan bangunan pasar higienis dibongkar, para pedagang hanya bertahan jualan di dalamnya selama tiga hari. Setelah itu kembali ke jalan karena tak sanggup merugi.

" Sejak tembok itu dibongkar hanya tiga hari para pedagang jualan di pasar higienis. Setelah itu mereka keluar lagi tak sanggup merugi. Sekarang bisa dilihat pasar itu hanya untuk tempat tidur saja," kata Ridwan.

Ridwan mengaku, baru saja menebang pepohonan besar yang berada di dalam Pasar Higienis, karena khawatir tumbang menimpa bangunan di sebelahnya. Mengingat cuaca yang cenderung hujan di Bulan Desember ini.

" Kalau keamanan di pasar ini saya berani jaminlah, semua fasilitas masih ada. Tapi itulah pedagang tetap tak mau masuk ke dalam. Kebiasaan masyarakat belanja sambil diatas kendaraan masih susah dirubah makanya," kata dia.

Pantauan di lapangan puluhan pedagang memang masih berjualan di pinggir-pinggir jalan Teratai dan sekitarnya. Tak heran membuat macet bahkan tak sedikit pengendara yang terpaksa berteriak seraya menyalakan klakson kendaraannya saking tak bisa lewat karena padatnya pengendara.

Tak satupun petugas Dishub terlihat di lokasi meski untuk persoalan itu pernah disampaikan Dishub akan menyiagakan personel di sana mengurai kemacetan dengan melarang pedagang berjualan di jalan atau sesuai Tupoksinya.

Plt Kadishub Yuliarso, dikonfirmasi, berulang-ulang melalui sambungan telepon tak kunjung merespon meski telpon genggam dalam keadaan aktif.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, singkat mengatakan, untuk persoalan akan didudukkan lagi bersama.

"Masalah ini butuh koordinasi bersama dengan OPD terkait sesuai Tupoksinya," singkat Ingot.

 

 

Reporter: Suherman

Editor: Eka Buana Putra

Terkini

X