PKL Jalan Kopi Akhirnya Ditertibkan

- Jumat, 4 Oktober 2019 | 10:52 WIB
05 04-10 = FOTO HL= her= Suasana penertiban PKL yang dilakukan Satpol PP Kota Pekanbaru di Jalan Kopi, Kamis (03-10).
05 04-10 = FOTO HL= her= Suasana penertiban PKL yang dilakukan Satpol PP Kota Pekanbaru di Jalan Kopi, Kamis (03-10).

PEKANBARU (HR)- Tim gabungan dari Pemerintah Kota Pekanbaru akhirnya menertibkan Pedagang Kaki Lima di Jalan Kopi, Kamis(3/10).

Sejumlah lapak non permanen yang sebelumnya dijadikan PKL sebagai tempat berjualan dirobohkan, seiiring dengan akan difungsikannya kembali pedestrian berikut pembangunan di lokasi SukaramaiTrade Center (Ramayana-red). Pantauan Haluan Riau di lokasi, penertiban berjalan lancar tanpa perlawanan dari PKL. Meski sebelumnya, puluhan pedagang sempat mengancam mempertahankan lapak jika penertiban dilaksanakan.

"Hari ini kita lakukan penertiban, sebelumnya sudah diberikan surat peringatan sebanyak tiga kali meminta PKL membongkar sendiri. Sudah ada yang membongkar, hari ini hanya menertibkan sisanya sekitar 19 saja. PKL kooperatif, kita sangat apresiasi, makanya berjalan lancar," kata Kasatpol PP Pekanbaru, Agus Pramono, di lokasi penertiban.

Sekitar 300an personel gabungan dikerahkan dalam penertiban tersebut. Terdiri dari Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, DLHK, TNI, Satpol PP, Kepolisian, Dinas Perdagangan. Asisten I Setdako Pekanbaru, Azwan, menjelaskan keberadaan pedagang membuat proses percepatan STC terkendala. keberadaan PKL di lokasi itu juga sudah melanggar Peraturan Daerah. "Kepada personel saya juga sudah mengingatkan agar mengedepankan pendekatan persuasif tanpa kekerasan. Untuk pembongkaran lapak, kita sudah siapkan alat berat," kata Azwan.

Bicara, kemana para PKL dipindahkan pasca ditertibkan, sebelumnya Kepala Bidang Pasar DPP Pekanbaru, Suhardi, mengatakan pihaknya tidak menyiapkan TPS. Sebab pedagang berjualan di lokasi yang jelas dilarang, di atas pedestrian. Dia juga mengatakan, penertiban PKL di Jalan Kopi itu menjadi kewenangan Satpol PP. "Tak ada kami siapkan TPS, mereka itu kan berjualan ilegal," tegas Suhardi.

Suhardi lagi-lagi mengulang, tak ada TPS yang disiapkan pihaknya untuk PKL Jalan Kopi yang ditertibkan. Sebab, kata dia, bidang pasar hanya akan mencarikan solusi bagi pedagang yang memang berjualan di pasar resmi. "Satpol PP kemarin tak ada menanyakan itu, lagian kalau DPP hanya menyediakan TPS bagi pedagang yang berjualan di tempat-tempat resmi," tandas dia.

Kepala Cabang, PT MPP, Suryanto, dikonfirmasi terkait rencana apa yang akan dibagun di lokasi tempat berjualan pedagang, menjelaskan, wacana berawal dari tenpat jualan mereka di atas pedestrian yang seharusnya dijadikan sebagai tempat pejalan kaki. Seiring dengan terjadinya musibah kebakaran, pedestrianpun berubah menjadi tempat berjualan. "Dampak dari pekerjaan STC juga membuat lumpur masuk ke dalam parit sehingga sudah mulai mendangkal. Makanya akan dibersihkan, jadi karena ada pedagang jualan di atasnya, kan jadi sulit," kata Suryanto.

Disampaikan terkait pembangunan taman yang disampaikan para pedagang saat mendatangi Kantor Satpol PP, Suryanto membenarkannya. Jadi nanti pagar pembatas antara mall dengan jalan itu akan dibuatkan taman. Namun demikian tidak menghilangkan fungsi dari pedestrian. "Pedestrian tetap ada, bukan dari pedestrian beralihfungsi menjadi taman. Pedestrian tetap ada, taman juga ada," jelasnya.

Menurut Suryanto, pembangunan taman itu sudah akan dimulai sejak lama. Namun karena pedagang tak kunjung pindah, makanya belum dimulai."Rencananya sudah lama, tapi kan sampai hari ini masih ada pedagang yang jualan," jelas Suryanto.(her)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

PDAM Tirta Siak Diminta Segera Perbaiki Pipa Bocor

Rabu, 1 Desember 2021 | 18:25 WIB
X