DPP tak Siapkan TPS PKL Jalan Kopi

- Selasa, 1 Oktober 2019 | 10:45 WIB
output-onlinejpgtools
output-onlinejpgtools

PEKANBARU (HR)- Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru melalui Bidang Pasar tak menyiapkan Tempat Penampungan Sementara bagi Pedagang Kaki Lima yang akan digusur dari Jalan Kopi.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Pekanbaru, Suhardi, menjelaskan, penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi kewenangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Disampaikannya, bukan masalah penertiban yang dimaksudkan, tapi terkait penampungan mereka setelah ditertibkan, Suhardi, mengatakan tidak ada, karena PKL itu berjualan tidak ditempatnya. "Tak ada kami siapkan TPS, mereka itu kan berjualan ilegal," tegas Suhardi.

Suhardi, lagi-lagi mengulang, tak ada TPS yang disiapkan pihaknya untuk PKL Jalan Kopi yang ditertibkan. Sebab kata dia, bidang pasar hanya akan mencarikan solusi bagi pedagang yang memang berjualan di pasar resmi. "Satpol PP kemarin tak ada menanyakan itu, lagian kalau DPP hanya menyediakan TPS bagi pedagang yang berjualan di tempat-tempat resmi," tandas dia.

Puluhan PKL yang berjualan di sekitar Jalan Kopi, mendatangi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru. Mereka meminta toleransi kepada Kasatpol PP, Agus Pramono, agar tidak digusur, karena lokasi tempat berjualan mereka akan dibangun taman, sebagai perluasan dari pembangunan Sukaramau Trade Center (STC). "Kami mohonlah Pak, jangan digusur, kami mau jualan dimana lagi. Di sana tempat cari makan kami," kata perwakilan pedagang, Eka menyampaikan keluhannnya.

Sebenarnya, kata Eka, para pedagang di Jalan Kopi tidak keberatan jika digusur tapi secara merata. Artinya jangan hanya di kawasan mereka saja tapi juga dilakukan dimulai dari Jalan Agus Salim sampai Jalan Cengkeh, termasuk PKL yang di Jalan Nilam. Kalau memang alasannya untuk pembangunan taman pedagang menilai tidak cocok, karena dibangun di lingkungan pasar.
"Kalau mau gusur semuanya, jangan kami saja, tolonglah Pak," kata mereka memelas.

Kasatpol PP Pekanbaru, Agus Pramono, tak bisa memberikan toleransi atas permintaan yamg disampaikan pedagang. Sebab PKL itu berjualan di atas drainase yang nyata-nyata sudah dilarang. "Bagaimana saya mau memberikan toleransi kepada Ibu-ibu. Kan jualannya di atas drainase, memang tidak boleh. Saya tak berniat mematikan usaha pedagang, tapi jualanlah di tempat yang dibenarkan,. Rencana penggusuran tidak juga dilakuakn tiba-tiba, sudah kami surati beberapa kali," kata Agus Pramono.

Kepala Cabang PT MPP, Suryanto, dikonfirmasi terkait rencana apa yang akan dibagun di lokasi tempat berjualan pedagang, menjelaskan wacana berawal dari tempat jualan mereka di atas pedestrian yang seharusnya dijadikan sebagai tempat pejalan kaki. Seiring dengan terjadinya musibah kebakaran, pedestrianpun berubah menjadi tempat berjualan. "Dampak dari pekerjaan STC juga membuat lumpur masuk ke dalam parit sehingga sudah mulai mendangkal. Makanya akan dibersihkan, jadi karena ada pedagang jualan di atasnya, kan jadi sulit," kata Suryanto.

Disampaikan terkait pembangunan taman yang disampaikan para pedagang saat mendatangi kantor Satpol PP, Suryanto membenarkannya. Jadi nanti pagar pembatas antara Mall dengan jalan itu akan dibuatkan taman. Namun demikian tidak menghilangkan fungsi dari pedestrian. "Pedestrian tetap ada, bukan dari pedestrian beralihfungsi menjadi taman. Pedestrian tetap ada, taman juga ada," jelas dia.

Menurut Suryanto, pembangunan taman itu sudah akan dimulai sejak lama. Namun karena pedagang tak kunjung pindah, makanya belum dimulai."Rencananya sudah lama, tapi kan sampai hari ini masih ada pedagang yang jualan," jelas Suryanto.(her)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

Universitas Islam Riau dan Pemkab Pelalawan Teken MoU

Senin, 29 November 2021 | 18:19 WIB

1.305 Pelanggaran Dalam Sepekan Ops Zebra Lancang Kuning

Selasa, 23 November 2021 | 17:27 WIB
X