Dipicu Cemburu, ARH Diduga Habisi Istri

- Rabu, 3 Juli 2019 | 10:44 WIB
05 03-07 - FOTO -- ANDIKA - Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaludin Syam memperlihatkan tersangka dan barang bukti pembunuhan istri, Selasa (02-07).
05 03-07 - FOTO -- ANDIKA - Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaludin Syam memperlihatkan tersangka dan barang bukti pembunuhan istri, Selasa (02-07).

 

PEKANBARU (HR)- Tersangka ARH sungguh tega menghabisi nyawa istrinya sendiri, HK (21) di depan anaknya yang masih berumur 2,5 tahun. Pembunuhan itu terjadi karena dipicu rasa cemburu.

Hal itu terungkap saat Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru menggelar konferensi pers, Selasa (2/7). Polisi menghadirkan tersangka ARH dan barang bukti terkait tindak pidana pembunuhan di Jalan Toman, Rumbai, Minggu (30/6).

Barang bukti yang digunakan tersangka saat melakukan aksi pembunuhan, berupa sebuah bantal dan juga sehelai kain sarung telah diamankan. Tersangka tega menghabisi nyawa korban, HK (21). Korban tak lain adalah istrinya sendiri. Pembunuhan sadis itu dipicu rasa cemburu.

Sebab, korban sering marah kepada tersangka. Ditambah lagi, tidak dibolehkan melihat telpon seluler milik korban. "Saat itu kami sempat terlibat pertengkaran, sampai dia (korban, red) cekik leher saya. Saya spontan tutup mukanya dengan bantal," terang ARH.

Kejadian itu terjadi pada pukul 02.00 WIB dini hari. Tersangka menghabisi nyawa korban di kamar, di depan anak sulungnya yang masih berumur 2,5 tahun. Setelah aksi pembunuhan, tersangka pergi ke rumah orang tuanya dan meminta sejumlah uang yang akan digunakan untuk melarikan diri. Namun, orang tua tersangka tidak mengiyakan permintaan, karena curiga dengan gerak gerik tersangka.

Akhirnya tersangka, kembali ke rumah dan kabur dengan kenderaan sepeda motor ke arah utara. Kurang dari 6 jam, Tim Opsnal Polresta Pekanbaru berhasil melakukan pengejaran terhadap tersangka yang hendak kabur. Tim Opsnal melakukan penangkapan di Duri. Aksi penangkapan tersebut diawali dengan aksi kejar-kejaran, Polisi terpaksa menabrak untuk menghentikan laju kendaraan yang dikendarainya.

Setelah terjatuh, tersangka mencoba melarikan diri dari kejaran polisi. Namun, polisi mengambil tindakan tegas dengan melakukan tembakan terukur. Selanjutnya, tersangka dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
Atas perbuatannya, ARH dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana. Tersangka mengaku menyesali perbuatannya. "Saya menyesal," tutup ARH dengan nada lesu. (mal)

Editor: redaktur haluan

Tags

Terkini

Dua Minggu ke Depan Pekanbaru Targetkan PPKM Level 1

Kamis, 23 September 2021 | 15:47 WIB

Menuju Herd Immunity, UNRI Vaksinasi 3.000 Peserta

Rabu, 22 September 2021 | 20:28 WIB
X